menjawab tantangan Duladi bag 7

Sdr Romadi :: tanggal 28 Mei 2007 22:50:19

1.Romadi menulis:

dan apakah persoalan bisa disederhanakan begitu saja bahwa ajaran Musa hanya menawarkan tentang "tanah Kanaan" saja?? = apakah memerangi orang Midian adalah karena janji itu saja?? = memerangi orang Midian adalah persoalan "pelanggaran adat saja yang dilakukan orang Midian"

Jawab duladi :

Tentang ini sudah saya jelaskan di esay saya. Maka dari itu, selesaikan dulu komentar Anda, baru akan saya postingkan di sini. Selama masih ada kata “BERSAMBUNG”, Duladi masih enggan untuk kirim komentar. Gitu kan harapan Dik Romadi?

***==****

romadi menjawab

benarkah selama postingan saya ada kata bersambung anda enggan kirim komentar??

keengganan anda tersebut sudah anda lakukan atau baru "angan-angan"???

kenyatannya banyak postingan saya yang sebenarnya belum selesai tetapi anda sudah menanggapi = termasuk postingan-postingan awal yang saya berharap bahwa orietasi debat ini adalam menjelaskan tentang keyakinannya dahulu sebelum membantah postingan orang lain! tetapi kenyataannya anda tetap saja berorientasi menyerang/membantah saja! tetapi sama sekali tidak menjawab/menjelaskan tentang pertanyaan saya!

karena melihat anda yang seperti "kegatelan untuk adu argumentasi dengan saya" maka saya layani juga....

jadi apakah pernyataan anda tersebut sebagai komitmen baru dari anda???
atau anda akan melanggar komitmen anda sendiri?

karena kenyataanya komitmen awal bahwa khusus thread ini tidak diperbolehkan menyerang pribadi dan akan diancam postingannya akan dihapus tetapi kenyataanya justru anda yang banyak melanggar!

dan berulangkali saya ingatkan tetapi kenyataannya tidak ada tindakan / tanggapan soal ini = pura-pura nggak baca???

kalau ini benar-benar komitmen baru dari anda maka semua akan lihat apakah anda berjiwa konsisten atau tetap seperti sebelumnya yang suka tidak konsisten dengan pernyataan sendiri!

2. Romadi menulis:

justru kalau ada anggapan kalau ada Hukum Musa yang usang maka pemahamannya bukan menggenapi tetapi merombak = apakah ini sesuai pesan yesus??

Jawab:

Hukum Musa, yaitu 10 Perintah dan penjabarannya sama sekali tidak boleh dianggap usang. Tetapi yang usang adalah TRADISI KEAGAMAAN yang sifatnya lahiriah. Kenapa usang? Karena zaman sudah berbeda. Kita tidak berkiblat pada Negeri Perjanjian yang lokasinya di dunia fana, tetapi Negeri Abadi yang sifatnya Rohani. Yesus pun cukup jelas dalam memberikan pengajaran-pengajarannya, bahwa bukan lagi hal duniawi yang ditekankan, tapi masalah rohani dan kesetiaan dalam pengharapan akan janji Tuhan. Ajaran-ajaran Perjanjian Baru cukup jelas, yaitu menentang keduniawian. Ini berkebalikan dari hal-hal yang ditekankan di zaman Abraham hingga pembuangan ke Babel. Sesudah masa itu, apa yang dikatakan Tuhan kepada umatNya?

Salah satu ayatNya demikian bunyinya:

Yeremia 6:19-20
Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.
Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku.

Tahukah Dik Romadi apa maksud perkataan Tuhan ini? Bahwa semua tata cara peribadatan yang dahulu Ia ajarkan kepada umatNya, telah membuat Tuhan jijik dan tidak lagi menyukainya. Sebab apa? Hal itu telah menjadikan kemunafikan semata-mata. Ibadah lahir lebih diutamakan daripada perbuatan benar. Padahal, Tuhan lebih menyukai perbuatan benar daripada ibadat lahiriah itu.
***==*****

romadi menjawab

sekarang jawaban anda sudah pakai sepuluh perintah +(penjabaran) setelah argumentasi matius 5-7 saya pertanyakan???

apakah pernyataan-pernyataan anda sebelumnya adalah "masalah penjabaran"???
perhatikan postingan anda sebelumnya yang saya tanggapi

postingan Duladi tanggal 26 Mei 2007 00:58:35

"Tetapi dari Matius 15 ini, kita jadi tahu mana PERINTAH ALLAH & mana TRADISI YAHUDI. Yesus dengan sangat tegas menyatakan segala ketetapan di luar 10 Perintah adalah sekedar ADAT-ISTIADAT atau TATA CARA AGAMA YAHUDI semata, tak lebih dari itu. Sekalipun itu sumbernya juga dari Allah, tapi itu dimaksudkan untuk tata cara beribadah saja, bukan HUKUM PENGAJARAN MORAL, dan semata-mata untuk adat-istiadat umat Yahudi untuk membedakan mereka dengan bangsa-bangsa lain."

anda menganggap diluar 10 perintah Allah sekedar adat istiadat tetapi kini anda sudah berubah 10 perintah + penjabaran karena penjelasan anda dipertanyakan dengan standar 10 perintah Allah!

sangat jelas sekali penambahan kata penjabaran adalah "menyadari bahwa pernyataan sebelumnya salah" maka kemudian berubah pikiran!

dan lagi-lagi semua ini menunjukan bahwa anda tidak konsisten dengan pernyataan sendiri!!

soal Yeremia 6:19-20 itu sangat jelas bahwa malapetaka datang karena mereka "membuat-buat/mengarang-ngarang persembahan yang tidak pernah diperintahkan
Allah!

jadi penolakan tentang "korban" tersebut karena ulah pelanggaran mereka sendiri = ayat tersebut bisa membatalkan tentang persembahan yang berdasar pada "perintah Allah"!

dan dalam Islam pun juga sama kalau ada yang beribadah yang dikarang-karang sendiri maka itu disebut "BID'AH" = ibadah yang terlarang!

maka soal ini memperjelas bahwa yang diserang oleh yesus adalah kemunafikan dan penyimpangan dalam beribadah tetapi apa yang diserang Yesus tidak membatalkan tentang Ibadah yang diperintahkan Allah sebelumnya kepada Musa(dan Nabi-Nabi lainnya)

bersambung


Sdr Romadi :: tanggal 28 Mei 2007 23:26:07

1. Romadi menulis:

anda mereferensikan soal perintah persembahan korban untuk Allah .Keluaran 15:1-30

Jawab:

Saya cuma ngetes Anda, apakah tulisan saya dibaca atau tidak. Ternyata Anda membaca, terima kasih.

Sebenarnya, ayat yang sesungguhnya adalah Keluaran 25:1-9. Kalau Keluaran 15 ya jelas nggak mungkin lha ya, masa ada perintah itu sebelum 10 Perintah Utama diberikan?

***====****

romadi menjawab

HA....HA...HA...HA.... untuk menutup kesalahan mengutip maka beralasan hanya mengetes???

tuduhan anda yang menganggap bahwa saya tidak suka membaca tulisan anda tersebut adalah tuduhan konyol = hanya berdasarkan fantasi untuk menutupi malu!

jangankan tulisan anda yang berbentuk postingan artikel-artikel dihalaman dalam saja banyak yang sudah saya baca!

justru karena sudah banyak baca maka sejak awal saya menyerukan agar dalam halaman dalam ada hal jawab,tetapi kenyataanya sampai saat ini anda tidak punya nyali membuka "hak jawab dihalaman dalam"

ini menujukkan apa?? bersikap gentleman atau sebaliknya???

3. Duladi menulis

Matius 15:4-6 BUKAN membicarakan HUKUM USANG & TIDAK USANG. Tetapi membahas mana HUKUM TAURAT MURNI & MANA TRADISI AGAMA.

Kalau kita berbicara tentang Usang dan Tidak Usang, kita bisa melihat apa saja yang diajarkan Yesus semasa Ia berda’wah. Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk melakukan ritual-ritual Yahudi, Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk memerangi orang kafir, Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk bersikap sok suci dengan berpantang makan daging haram atau tidak haram; tetapi yang Yesus ajarkan adalah 10 Perintah Allah dan penjarabannya (yaitu yg menyangkut ajaran moralitas, bukan tata cara agama/Tradisi Yahudi).

Justru dalil ini yang menguatkan pandangan umat Kristen tentang perbedaan HUKUM ALLAH & TRADISI YAHUDI. Di ayat 15:4-6 dikisahkan Yesus membedakan "Perintah Allah" dengan "Adat Istiadat Nenek Moyang".

Matius 15:4 => Hormatilah ayah dan ibu sebagai PERINTAH ALLAH.
Matius 15:5-6 => Mempersembahkan korban sebagai TRADISI/ADAT ISTIADAT.

Kita semua tahu, bahwa mempersembahkan korban untuk Allah/Bait Allah adalah ketentuan yang diberikan Tuhan kepada Musa (Keluaran 15:1-30; Keluaran 30:11-16; dll

Jadi, konteks ayat di atas bukan membicarakan USANG atau TIDAK USANG, tapi mengenai mana HUKUM UTAMA & MANA TRADISI.

***==***

romadi menjawab

benarkah konteksnya bukan masalah usang dan tidak usang??

ha....ha...ha...rupanya anda ingin mempermalukan diri sendiri??
bagaimana postingan anda sebelumnya ini??

Postingan Duladi tanggal : 26 Mei 2007 00:58:35

"Dan karena zaman telah berubah, yaitu zaman sesudah Pembuangan ke Babel, yang puncaknya adalah zaman Kristus, Tuhan sudah tidak lagi menjanjikan NEGERI DUNIAWI, melainkan Negeri Surgawi, maka segala ketetapan Hukum Musa selain dari pada 10 Perintah dianggap telah usang."

perhatikan baik-baik tulisan anda sendiri??? anda sendiri yang menganggap selain 10 perintah Allah adalah Usang tetapi kenapa anda menganggap argumentasi pandangan anda ini konteksnya bukan masalah usang dan tidak usang??

jadi seperti lagu nich...:

KAU...YANG MENULIS....SENDIRI.I...I....
KAU...SENDIRI YANG MENGINGKARI........

DULADI...DULADI...... APAKAH ANDA MASIH AKAN BERDALIH BAHWA KONTEKSNYA BUKAN MASALAH USANG DAN TIDAK USANG????

DAN YANG LEBIH KONYOL LAGI ANDA SEBELUMNYA MENGAKU MENGETES ROMADI SOAL KELUARAN 15:1-30 TETAPI ANDA TIDAK MERALAT TETAPI JUSTRU MEMPOSTING ULANG KEMBALI........

= ini menunjukkan apa??? boro-boro mau memperhatikan penjelasan orang lain,tulisan sendiri yang sudah salah dan diaku mengetes saja masih diposting ulang kembali= tidak memperhatikan tulisan sendiri!

jadi saran anda agar saya memperhatikan tulisan anda itu adalah saran yang lebih cocok kepada anda sendiri = kalau saya tidak memperhatikan tulisan anda bagaimana saya bisa tahu kerancuan argumentasi anda!!

4. Romadi menulis:

justru referensi ayat tersebut justru menguatkan argumantasi saya bahwa
TUHAN ADALAH PAHLAWAN PERANG,Tangan kanan-Nya akan menghancurkan musuh!
apakah anda masih berdalih bahwa di dalam Alkitab tidak ada "ajaran Perang"??
tetapi tunjukan ayat yang keberapa yang mendukung argumentasi anda sebelumnya!!

Jawab duladi:

Dik Romadi, zaman sudah berubah. Kalau orang masih memaksakan diri untuk kembali ke zaman Musa, berarti ia itu orang bodoh. Sebab sudah jelas-jelas kalau ini bukan lagi zaman Perjanjian Lama, tapi zaman Perjanjian Baru. Ketika itu Tuhan menjanjikan Negeri Duniawi kepada Abraham hingga kepada Yosua. Dan apa yang Tuhan janjikan itu sudah terwujud.

Sejak umatNya membangkang, kemudian dihukum dengan Pembuangan ke Babel, Tuhan memberikan janji lain kepada kita, yaitu janji Negeri Surgawi yang Kekal dan Abadi. Nah, kalau Dik Romadi ingin balik lagi ke masa Kerajaan Dunia, ya monggo. Duladi nggak maksa kok. Tapi ini berarti, Dik Romadi sedang mengamalkan ajaran nabi Arab, kan?

****++++***

romadi menjawab

apa dasarnya kalau yang jaman yang dijanjikan Syurga maka tak perlu lagi hukum Musa yang membahas soal keduniaan??? = adakah pesan yesus yang seperti itu?

justru jelas dalam pesan Yesus sebelumnya yang sudah saya sampaikan!

perhatikan baik-baik Matius 5:18

18. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum langit dan bumi lenyap, satu titik atau satu huruf terkecil pun dari Kitab Suci Taurat tidak akan ditiadakan sampai semuanya digenapi.

apakah jaman sekarang sudah melewati jaman langit dan bumi lenyap??

bagaimana soal perintah yesus untuk menyukil mata ,memenggal tangan kalau ia membuat / mengajak pada kesesatan??? = kenapa soal ini tidak anda jawab?

apakah menurut anda Musa dan Yesus Nabi dari Arab??? karena sesuai fakta yang ada didalam alkitab mereka mengajarkan yang demikian???


5. Romadi menulis:

sebenarnya kalau bagi "orang dewasa" tahu kalau tulisan yang di akhirnya tulisannya ditutup dengan bersambung maka postingan ini belum selesai = dan persoalan ini sering saya lakukan kalau saya sadar betul bahwa postingan saya belum selesai menjawab.
tetapi kenyataannya jawaban saya belum selesai tetapi sering dipotong ditengah jalan..akhirnya sering terjadi lanjutannya saya tunda saya meprioritaskan "intrupsinya"
karena sering juga intrupsinya agak memaksa = harus dijawab kalau tidak ditanggapi berfantasi beraneka ragam.
dan seperti yang sudah saya sampaikan bahwa saya banyak kesibukan tetapi saya berusaha menjawab sesuai kemampuan saya,dan waktu luang saya...jadi kalau orang "yang bersikap dewasa" maka dalam dirinya ada kesabaran...tetapi kalau bermental kekanak-kanakan yach......suka nggak sabaran!!

Jawab Duladi :

Ya wis, ya wis. Dik Romadi, maaf deh.... ! Sebenarnya sih dalam berdiskusi tidak boleh tergesa-gesa. Baca dulu sampai tuntas, baru kemudian kita menulis untuk menanggapi komentar lawan diskusi. Kalau tergesa-gesa hasilnya ya seperti ini, menanggapi sepenggal-sepenggal tidak tahu kalau di bagian bawah postingan lawan diskusinya ternyata sudah dibahas.

Karena Anda menganggap saya suka maksa, ya wis.....! Saya akan tunggu komentar-komentar Anda sampai habis, sampai tak ada kata-kata “bersambung” baru saya akan tanggapi.

Mungkin saja dalam 4-5 hari ini saya akan ke luar kota. Nah, ini kan kesempatan yg baik buat Dik Romadi buat mikir dan membaca sampai tuntas. Oke?

***===***

romadi menjawab

he....he..he... dan yang bersikap tergesa-gesa dalam diskusi siapa?

bukankah itu anda sendiri?? karena saya menutup postingan dengan tulisan bersambung saja anda protes!

dan siapa yang menanggapi sepenggal-sepenggal bukankah itu anda sendiri??? karena takut kalah?????

kalau saya santai saja...... karena nggak ada yang harus ditakuti ....he...he....he.....

kalau anda mau menunggu postingan saya sampai selesai monggo...karena banyak sekali yang akan saya sampaikan dan orientasi utamanya saya akan menjawab/ menjelaskan = akan saya periksa lagi dari awal..postingan-postingan mana yang belum saya tanggapi....

dan nanti akan terlihat apakah anda konsisten dengan pernyatan anda tersebut!!

bersambung


Sdr Romadi :: tanggal 31 Mei 2007 19:50:40

saya akan melanjutkan tanggapan saya.....

karena jauh sebelumnya saya sudah menulis:

Sdr Romadi :: tanggal 24 Mei 2007 01:09:42

sebelum melanjutkan postingan sebelumnya rasanya sangat perlu menanggapi postingan Duladi yang terakhir:

dalam hal ini jelas sekali bahwa tanggapan sebelumnya belum selesai tetapi terpaksa ditunda terlebih dahulu,jadi sangat aneh sekali kalau ada yang menuduh "saya sengaja melompati" / pura-pura tidak baca!

1. Duladi menulis

Hanya sekedar untuk tambahan saja untuk mengakhiri materi tentang ayat-ayat Perang dalam Alkitab:

o) Bilangan 31 adalah SEJARAH.

Apa ciri-ciri SEJARAH?

a. Ia tercatat atau tertulis.
b. Menceritakan suatu kejadian atau peristiwa di masa lampau (minimal 10 tahun ke belakang), dan kejadian itu memiliki dampak atau efek bagi kehidupan sesudahnya
c. Para pelakunya jelas.
d. Peristiwa yg diceritakan itu, sudah terjadi.
e. Karena peristiwa itu sudah terjadi, sudah pasti, memiliki kronologis.

Ad. a. Ia tercatat atau tertulis.
Sudah pasti, bahwa kisah peperangan antara orang Israel dg orang Midian/Moab tertulis secara jelas di dalam Kitab Musa, yaitu Bilangan 31.

Ad. b. Menceritakan suatu kejadian di masa lampau, dan kejadian itu berdampak bagi orang-orang yang hidup sesudahnya.
Ayat-ayat dalam Bilangan 31 menceritakan kisah peperangan orang Israel dengan orang Midian/Moab, dan dampak yg ditimbulkannya adalah hancurnya bangsa Midian/Moab yang tinggal di sekitar dataran Moab di tepi sungai Yordan tersebut. (Tetapi tidak punah sama sekali, sebab suku Midian/Moab hidup berpencar-pencar, sebagian kelompok mereka juga tinggal di dekat Horeb dan Teluk Akaba. Di zaman Hakim-hakim, mereka berperang kembali melawan orang Israel).

Ad.c. Para pelakunya jelas.
Siapa yang diperintahkan Tuhan untuk berperang, dan ditujukan kepada siapa perang tersebut, semua tertulis jelas dalam Bilangan 31 khususnya dan Alkitab pada umumnya.

Ad.d. Peristiwa yang diceritakan tersebut sudah terjadi.
Bahwa peperangan antara orang Israel dangan orang Midian telah terjadi dan telah tuntas di masa Musa.

Ad.e. Memiliki kronologis.
Kronologis dari kisah pertempuran itu, mulai dari asal mula/penyebab, jalannya pertempuran, hingga ending dari kisah itu semuanya dapat kita baca dari Kitab Bilangan.

Demikian, tidak ada alasan bagi siapa pun yang memaksakan pendapatnya bahwa perintah Perang dalam Alkitab itu sebagai perintah untuk dilaksanakan oleh Umat Kristen.

*****==***

romadi menjawab

dengan kriteria yang anda sampaikan tersebut maka akan disebut sejarah???

bagaimana dengan khotbah diatas bukit??

1. khotbah tersebut tercatat dan tertulis di Matius 5-7
2. peristiwa tersebut terjadi lebih dari 10 tahun (bahkan lebih jauh dari itu)
3. pelaku khotbah dan yang dikotbahi jelas
4. memiliki kronologis.

apakah anda akan menganggap itu hanya sejarah??? tidak bisa dijadikan alasan bahwa khotbah-khotbahnya "banyak" yang menjadikan acuan??

2. duladi menulis

Bahwa di dalam Alkitab ada AJARAN BERPERANG, kita harus melihat konteksnya, kepada siapa ajaran itu ditujukan dan pada zaman apa ia disampaikan. Sehingga, ajaran berperang tersebut menjadi bagian dalam SEJARAH BANI ISRAEL. Maka dengan demikian tepatlah pernyataan yang mengatakan bahwa TIDAK ADA SATU PUN KITAB SUCI DARI AGAMA MANAPUN SELAIN ISLAM, YANG MENGAJARKAN/MEMERINTAHKAN BERPERANG BAGI UMATNYA DI MASA SEKARANG. Suatu contoh, Kitab Mahabarata. Di dalam kitab itu juga ada kisah perang besar dalam dunia Hindu, tapi itu sebagai bagian dari sejarah/dongeng umat Hindu, bukan merupakan PERINTAH UNTUK DIAMALKAN DI MASA SEKARANG.

***==****

romadi menjawab

dengan logika berfikir anda tersebut,apakah anda juga melihat konteks pesan tersebut!

a. apakah anda memperhatikan betul pesan-pesan Yesus dalam khotbah diatas bukit sesuai dengan konteks??

b. dan khotbah di atas bukit tersebut disampaikan zaman apa??? = apakah sama dengan zaman sekarang???

maka dalam hal ini saya ingin tahu sejauh mana tingkat obyektifitas argumentasi anda tersebut,maka dalam menguji argumentasi anda saya ingin hadapkan teori anda dengan argumentasi di lain waktu!

disini kita bisa lihat apakah anda punya sikap konsisten atau plin-plan!

bersambung



Sdr Romadi :: tanggal 31 Mei 2007 20:19:43

lanjutan

dan sekarang kita perhatikan "kronologis" khotbah diatas bukit tersebut!

matius 5:1-2

5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

kemudian banyak sekali pesan-pesan yang disampaikan yesus! sampai pada Matius 7:27, dan akan kita lihat kronologis berikutnya,yaitu pada Matius 7:28-29

7:28 Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,
7:29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

dengan logikanya Duladi tersebut maka jelas :bahwa khotbah yesus tersebut memenuhi semua syarat yang disampaikan Duladi!

dan dalam hal ini yang bisa dilakukan "pendakwah/pengkhotbah" adalah dengan kata-kata sedangkan bagi "pemimpin" sebuah bangsa/pemerintahan, khotbah / pidato saja tidak cukup!

apakah mungkin seorang pemimpin menghadapi pemberontak / tindakan makar / musuh (dari luar) cukup hanya dengan berkhotbah dan pidato??

berbicara tentang konteks peristiwa tersebut persoalannya adalah : bukan masalah zaman / yang dijanjikan berbeda = tetapi perbedaanya jelas pada posisi "yesus dan Musa" dalam hal ini!

dan dalam hal ini Nabi Muhammad tidak meniru tindakan Musa tetapi karena posisinya yang sama dengan Musa (kalau kita melihat konteks peristiwa soal pembunuhan orang Midian dan bani Quraiza)

saya perlu mengaitkan persoalan ini karena ada artikel dihalaman dalam yang membahas soal ini!

dan untuk memahami soal Bilangan 31 ada baiknya adalah membaca dari pasal 1,kita akan lebih lihat secara jelas!

bahwa perintah pertama dalam "kitab ini" adalah untuk menghitung "laki-laki orang-orang Israel" dalam konteks ini sangat jelas adalah "pengkoordinasi/persiapan" sebelum mendapatkan perintah perang!

dan sebaiknya kita lihat isi Bilangan 1 pada ayat-ayat awalnya

1:1 TUHAN berfirman kepada Musa di padang gurun Sinai, dalam Kemah Pertemuan, pada tanggal satu bulan yang kedua dalam tahun yang kedua sesudah mereka keluar dari tanah Mesir:
1:2 "Hitunglah jumlah segenap umat Israel menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, dan catatlah nama semua laki-laki di Israel
1:3 yang berumur dua puluh tahun ke atas dan yang sanggup berperang, orang demi orang. Engkau ini beserta Harun harus mencatat mereka menurut pasukannya masing-masing.
1:4 Dari tiap-tiap suku harus ada satu orang yang mendampingi kamu, yakni orang yang menjadi kepala dari suku yang diwakilinya itu.

yang perlu diperhatikan adalah bahwa perintah ini disampaikan setelah "mereka keluar dari mesir" = da'wah Musa tahap 2!

dalam hal ini Musa tidak lagi menghadapi "penguasa pemerintahan" tetapi kini ia menjadi "pemimpin pemerintahan"!


dan apakah soal perang adalah kejahatan?

sebagai lanturan sedikit kita bisa lihat bahwa hampir semua "pemerintahan yang berdaulat" punya angkatan bersenjata = angkatan perang!

kalau Perang sebagai tindakan kejahatan / sudah tidak berlaku lagi kenapa hal ini terjadi???

bersambung



Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 10:36:15

1. Romadi menulis

Romadi mengajarkan:

"Dan ada pesan penting buat orang Kristen Trinitas = yang menuhankan Yesus yaitu ada kata-kata : “ ALLAH BUKAN MANUSIA SEHINGGA IA BERDUSTA, BUKAN ANAK MANUSIA SEHINGGA IA MENYESAL”

Tanggapan Duladi:

Allah bukan manusia, sehingga Ia berdusta. Allah bukan manusia sehingga Ia menyesal. Tak ada yang salah dengan ayat ini. Kalau Anda menganggap Allah bukan Yesus, itu benar. Karena Allah dan Yesus memang berbeda. Tapi apakah Yesus itu Ilahi? Ya, sudah tentu. Yesus adalah Ilahi. Allah memang bukan manusia, tetapi itu bukan berarti Dia tidak sanggup untuk menjelma jadi manusia.

===***==

romadi menjawab

DUladi setuju kalau :Yesus bukan Allah,karena Allah dan Yesus berbeda,tetapi Yesus adalah Ilahi!

apakah menurut anda Allah dan ilahi tidak sama???

*************************

2. Duladi menulis

Tentang Bileam, tampaknya Anda begitu tertarik untuk membahas ini. Entah apa yang menjadi tujuan Anda, rupa-rupanya benar bahwa Anda hendak mengulur-ulur waktu saja karena ada keengganan keimanannya di otak-atik. Walaupun saya rasa ini sedikit kekanak-kanakan, membahas masalah yg sebenarnya tidak penting, berusaha mengaburkan tujuan akhir diskusi, mengaburkan materi, memperluas masalah, yang pada akhirnya ia hanya berniat mengulur-ulur waktu dan mencari-cari kesalahan semata. Okelah, karena sebelumnya saya tidak begitu tertarik akan masalah Bileam, kini saya harus mengikuti kemauannya

====***====

romadi menjawab

he...he....he.... anda benar-benar sangat aneh..bukankah sebelumnya anda menyampaikan tentang Bileam?? tetapi ketika ditanggapi soal tersebut kenapa anda seperti kebingungan?? dan anda membuat tuduhan-tuduhan yang sebenarnyaa tuduhan tersebut anda sendiri yang "melakukannya"?

bukankah soal ini perlu sekali untuk dibahas agar bisa "tahu betul pelajaran" apa yang bisa dipetik dalam bilangan 31, maka untuk memahami soal tersebut maka harus tahu konteks dan kronologisnya!

=====***=====

3. duladi menulis

1) Tentang kesalahan ketik, kata 'dari' menjadi 'dengan'. Terima kasih Romadi sudah membantu mengoreksinya. Mestinya tertulis anak Beor dari Petor, tetapi di ketikan saya tertulis: anak Beor dengan Petor. Romadi sudah berbaik hati menjadi "ANAK SEKOLAH MINGGU" yang teliti dan mau mengoreksi "Guru Pendetanya".

romadi menjawab

wow.....salah ketik atau keteledoran???

kalau salah ketik : dari menjadi dara,daro dll,tetapi bagaimana seharusnya menulis dari menjadi dengan???

tetapi sudah bagus anda mengakui bersalah dari pada soal "10 perintah Allah" anda salah tulis tetapi masih tidak mengakui kesalahan dan menganggap "mengetes" tetapi kalau orang menyembunyikan "kebusukan" maka akan terlihat juga ,karena anda kembali menyampaikan yang anda anggap "cuma mengetes" apakah Romadi memperhatikan argumentasi anda atau tidak!

dan yang lebih konyol anda menuduh Romadi menggurui orang Kristen tetapi tulisan ini sangat jelas bahwa anda sendirilah yang berperilaku seperti itu = sepertinya anda begitu hoby menuduh orang lain tetapi sebenarnya tuduhan itulah yang anda lakukan sendiri = "MALING TERIAK MALING"!!!

bersambung



Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 12:13:32

lanjutan

1. DUladi menulis

Argumentasi saya bukan kayalan, dan apa yang saya utarakan sejalan dengan kata-kata Rasul Paulus:

Roma 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

2 Timotius 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.

2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
****==****

romadi menjawab

dalam hal ini saya akan menanggapi yang belum saya tanggapi yaitu 2 Timotius 3:15-16!

tentang pemahaman Iman kepada yesus tidak hanya terbatas pada percaya tetapi harus mengikuti apa yang diperintahkan Bapa

Matius 7:21-24

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

fakta dari pesan Yesus yang tercatat (menurut Injil Kanonik) bahwa merasa sudah memuja namanya,bernubuat atas nama dll saja tidak cukup,tetapi yang penting adalah melakukan kehendak Bapa disurga!

sedangkan ayat selanjutnya adalah
kesimpulanya bahwa segala yang tertulis didalam alkitab adalah :

1. mengajar
2. menyatakan kesalahan
3. memperbaiki kelakuan = mendidik orang dalam kebenaran!

surat paulus yang anda sampaikan tersebut sama sekali tidak mampu membantah/melemahkan argumentasi/penjelasan Romadi tetapi justru membenarkan / menguatkan pendapat Romadi!

karena tak satupun kriteria yang disampaikan oleh Paulus yang menyatakan bahwa yang tertulis " hanya sejarah masa lalu "

lalu sekarang soal Bilangan 31 termasuk kriteria yang mana??

apakah menganggap apa yang dilakukan Musa atas perintah Allah tersebut adalah kesalahan = menyalahkan Firman Allah?

apakah yang dilakukan Musa terhadap orang Midian harus diperbaiki = point no :1

sekarang terserah anda mau memasukan "apa yang dilakukan Musa" termasuk kriteria yang mana!

kalau anda memasukan bahwa tindakan Musa tersebut adalah sebuah tindakan kesalahan dan harus diperbaiki,tanpa didasari dengan "argumentasi-argumentasi apa yang tertulis didalam al-kitab" dan hanya membuktikan / menguatkan berdasarkan argumentasi dengan analisa logika dan analisa semata maka anda memposisikan sama dengan orang yang mencemooh Nuh yang diperintahkan membuat Perahu,karena dengan logika dan pengetahuan "yang sempit" hanya bisa menyalahkan dan mencemooh jauh dari sikap tunduk dan patuh kepada "perintah Allah semata"

maka pertanyaan yang penting adalah :

Apakah "Bapa di Surga " yang disebut Yesus sama dengan Allah yang berfirman kepada Musa didalam Bilangan 31????

kalau anda menganggap sama bagaimana mungkin anda akan menyalahkan tindakan Musa karena ia mengikuti "kehendak Bapa di Surga"

tetapi kalau anda menganggap bahwa Allahnya Musa dan "Bapa yang disurga" itu lain, urusannya berbeda..............

bersambung



Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 12:44:30

lanjutan tentang Bileam

Duladi menulis

2) Bileam adalah seorang juru tenung dan seorang penglihat wahyu yang kufur (bisa juga dibilang nabi, tapi bukan nabi yang baik). Apa yang saya tulis berdasarkan apa yang dikatakan Alkitab. Kalau Anda mengatakan Bileam bukan juru tenung, berarti Anda merasa diri lebih tahu daripada orang Israel. Kalau Anda mengatakan Bileam bukan penglihat wahyu yg kufur, berarti Anda seorang tukang bantah yang tak tahu diri. Anda harus tahu apa itu "Penglihat". Penglihat adalah orang yang memiliki talenta untuk menanyakan dan menerima pesan-pesan ilahi. Hal ini setara dengan ahli nujum dalam dunia kafir, tapi sebutan penglihat lebih condong untuk nabi yang berhubungan dengan Tuhan. Entah karena sikapnya yang mendua, atau karena profesinya yang kerap dipakai oleh bangsa kafir untuk menyumpahi musuh-musuh, sehingga ia dijuluki sebagai juru tenung.

=====***====

romadi menjawab

anda mengklaim bahwa pendapat anda berdasarkan "apa yang tertulis" didalam alkitab" sedangkan bantahan sayapun juga berdasarkan alkitab pula!

jadi kalau saya punya pendapat berbeda dengan pendapat anda ,anda menuduh Romadi:
1. "tidak tahu diri"
2. "lebih tahu dari orang Israel"

maka siapa dalam hal ini yang "tidak Tahu diri"?

justru ungkapan anda ini membenarkan penilaian sdr Iman terhadap anda,yang anda menerapkan "dialog Arogan dan emosional"
karena kalau anda tidak menggunakan gaya seperti yang disebut sdr Iman,maka anda lebih berkosentrasi untuk membuktikan argumentasi anda itu lebih kuat bukan membuat tuduhan-tuduhan "sampah" yang anda awalnya alergi terhadap soal ini,bahkan mengancam soal seperti ini tetapi kenapa anda justru terlalu banyak membuat pelanggaran terhadap aturan yang anda buat sendiri??

dan apakah saya dalam hal ini menyatakan lebih tahu dari orang Israel??
saya membantah kesimpulan Duladi,dan bantahan saya berdasarkan Alkitab pula!

apakah Duladi orang Israel??? atau orang non Israel ,yang Yesus mengilustrasikan "sebagai ANJING"??

salahkan kalau anda saya sebut sebagai orang yang "hoby" MALING TERIAK MALING??

maka kalau anda tak suka dengan sebutan ini,berusahalah untuk tidak berbuat seperti itu!

postingan sebelumnya sangat jelas sekali,saya meminta anda untuk membuktikan kesimpulan anda soal Bileam tetapi kenapa tanggapan anda tidak menjelaskan pendapat anda tetapi hanya membuat "pernyataan sampah"???

akan saya copy kembali tulisan saya soal Bileam

5. duladi menerangkan soal bileam:

Bileam, adalah seorang anak dari Beor dengan Petor. Semula ia dipandang sebagai seorang penglihat wahyu yang kufur. Kemudian ia muncul dalam tradisi muda sebagai seorang nabi. Raja Balak dari Moab mengirimnya pergi untuk mengutuk Israel, tapi kenyataannya ia malah memberkati (Bil 22:5-24:25). Sebuah tradisi lain (Bil 31:8,16; Yos 13:22) memandang Bileam sebagai penghasut penyembahan berhala. Oleh sebab itu ia muncul dalam 2Petr 2:15-16. Di dalam Wahyu 2:14 ia sebagai contoh dari guru yang menyesatkan.

Di zamannya, Bileam dikenal sebagai seorang pengutuk yang bertuah, ucapan-ucapannya dikenal manjur (kalau zaman sekarang, dukun atau tukang tenung). Bila “Anak Sekolah Minggu” bertanya, “Dari mana Pak Guru tahu, kalau ucapan-ucapan Bileam dikenal manjur dan bertuah?”

****==****
romadi menjawab

he…he…he.,. dalam hal ini Duladi tidak lupa dalam menjelaskan diberi bumbu kesombongannya dan meremehkan orang lain,seakan-akan dalam hal ini seperti pendeta dan anak sekolah minggu!

Sekarang tinggal pembaca yang menilainya seperti apa kapasitas yang pantas antar Romadi dan Duladi!

Yang jelas “guru” ini menerangkan sesuatu tercampur aduk,tidak sistematis, dan nanti kita periksa satu-persatu kutipannya dan apakah kutipanna tepat!

dan akan saya ringkas penjelasannya agar lebih sistematis biar enak dibaca dan juga pembanding metode penjelasan Romadi dan Duladi dalam hal ini !

===***===

inilah ringkasan penjelasan Duladi tentang Bileam!

Kutipan berdasarkan Bilangan 22 :5-24 dan bilangan 25

1. Bileam, adalah seorang anak dari Beor dengan Petor.

2. Semula ia dipandang sebagai seorang penglihat wahyu yang kufur.

3. ia muncul dalam tradisi muda sebagai seorang nabi

4. raja balak mengirimnya untuk mengutuk orang Israel

5, kenyataannya ia tidak mengutuk tetapi orang yang memberkati

kutipan yang berdasarkan bilangan 31:8 & 16 ,Yosea 13:22

6. sebagai penghasut penyembah berhala

kutipan berdasarkan 2 Petrus 2:15-16 & wahyu 2:14

7. sebagai guru yang menyesatkan

sekarang kita periksa satu persatu kutipannya dan kesimpulan yang dibuat Duladi

point no 1 = benar bahwa Bileam adalah anak Beor sesuai yang tercatat didalam bilangan 22:5 (dan banyak ayat yang menyebut demikian) tetapi ada persoalan dalam kesimpulan Duladi tersebut yaitu anak Beor dengan Petor = terkesan bahwa Beor dan petor adalah suami istri??
Saya coba cek semua ayat yang direferensikan Duladi tidak ada satupun yang menjelaskan bahwa Bileam anak Beor dengan Petor,tetapi petor adalah keterangan nama tempat(bil 22:5)

Jadi kesimpulan duladi pada point 1 salah= bisa jadi nggak teliti dalam membaca akhirnya salah menyimpulkan = guru /pendeta telodor!!

Point no 2.= saya coba periksa ayat-ayat yang direferensikan oleh Duladi tetapi tak satupun menjelaskan bahwa ia semula / sejak awal sebagai penglihat wahyu yang kufur tetapi justru sebaliknya pada awalnya ia diberi kenikmatan = orang yang dekat dengan Tuhan!
Kita bisa baca pada Bilangan ayat : 8-20 ( ia menunggu petunjuk Tuhan dalam menentukan langkah, Dan Allah sering menemui dan bertanya kepada Bileam, dan ia ikut bersama-sama orang Moab juga atas perintah Tuhan tetapi dengan syarat harus tunduk dan patuh akan Firman Tuhan)

Tetapi ketika Bileam pergi Allah Murka, dan Malaikat Tuhan menghadang jalannya (ayat 21-22)
Dan sepertinya kisah ini awal dari pembangkangan bileam terhadap Tuhan

Kesimpulan yang dibuat Duladi tidak benar = tidak sesuai dengan apa yang tercatat didalam al-kitab

Point 3, point ke ini sangat rancu sekali pemahamannya kalau kita perhatikan dengan kesimpulan sebelumnya yang menganggap semula Bileam sebagai orang penglihat wahyu yang kufur, tetapi kemudian menganggap muncul sebagai tradisi muda seorang nabi???

Point no 4. point ini benar seperti yang ada dalam ayat 6
Point 5,, ia hanya menyampaikan soal tidak mengutuk tetapi justru memberkati. Ia sama sekali tutup mata bahwa pada “misi” pembujukan pertama gagal total,sehingga harus memberi “iming-iming” yang lebih banyak…. Dan perlu diingat bahwa pemberkatan orang Israel dalam kitab Bilangan tersebut :karena ditaruh perkataan Tuhan pada mulutnya (bil 23:5,16) = atas perintah Tuhan

Point 6
duladi menyebut beberapa ayat yaitu :

Bilangan 31: 8

“ Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, merekapun membunuh juga raja-raja Midian, yakni Ewi, Rekem, Zur, Hur dan Reba, kelima raja Midian, juga Bileam bin Beor dibunuh mereka dengan pedang”

kenyataannya ayat yang ia referensikan sama sekali tidak ada kaitan dengan kesimpulannya yang menyatakan “penghasut penyembah berhala” tetapi ayat yang menjelaskan bahwa ia termasuk orang yang ikut terbunuh…..lagi-lagi membuktikan Duladi hanya guru sekolah minggu / pendeta yang teledor dalam mengutip ayat!!

Bilangan 31:16

16 Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN

Sekali lagi ayat ini menjelaskan soal perempuan-perempuan yang merubah sikap orang Israel yang dianggap atas nasehat Bileam = kenapa dibiarkan hidup = para wanita harus dibunuh!

Dan mungkin saja akan beralasan untuk memperhatikan ayat lain tentang bagaimana perempuan tersebut mempengaruhi orang Israel tetapi pembelaan diri tersebut tidak akan merubah keadaan bahwa Duladi lagi-lagi-lagi salah mengutip ayat… ….. konteksnya tidak tepat…

Yosea 13: 22

Juga Bileam bin Beor ,juru tenung itu telah dibunuh oleh oang-orang Israel dengan pedang beserta orang-orang yang telah mati tertikam oleh mereka.

Dalam ayat ini juga sama sekali tidak sesuai dengan apa yang ia simpulkan tentang ayat ini…jadi kalau kekhilafan dalam mengutip ayat satu ,dua mungkin bisa dimaklum namanya saja manusia tetapi kalau terlalu banyak mengutip ayat yang tidak sesuai konteks sebenarnya maka jelas bahwa orang ini bermasalah!!!

Point 7,
Duladi mengutip beberapa ayat lagi
2 Petrus 2:15-16

15. oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar ,maka tersesatlah mereka,lalu mereka mengikuti jalan Beliam bin Beor yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat

16. tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya ,sebab keledai yang bisu berbicara dengan manusia dan mencegah kebebalan Nabi itu

Wahyu 2:14

Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau ;diantaramu ada yang menganut ajaran Bileam ,yang memberi nasehat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel ,supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah!

Dan kesimpulan dari Duladi adalah Bileam sebagai guru yang menyesatkan, sekarang kita perhatikan secara seksama , dalam 2 Petrus 2:15-16 sangat jelas bahwa banyak orang yang menyimpang sebagaimana / seperti jalan yang pernah ditempuh oleh Bileam bahwa pada awalnya ia berada dijalan kebenaran tetapi kemudian ia menyimpang dari jalan yang benar karena tertipu / oleh iming-iming “hadiah Dunia”

Jadi kesimpulan dan konteks ayat yang dikutipnya tidak tepat!! Karena dalam ayat tersebut Bileam sama sekali tidak diceritakan sebagai “guru” tetapi sebagai contoh yang buruk!!

Demikian juga pada Wahyu 2:14 ini juga secara subtansi hampir sejenis dengan kutipan ayat sebelumnya,
Dan kutipan dari Duladi tersebut sebenarnya kutipan dari kisah di kitab bilangan 22-25

Maka setelah memperhatikan satu persatu kutipan/referensi ayat dan kesimpulannya hasilnya sangat menyedihkan karena mayoritas kesimpulan atau kutipan tidak sesuai konteks bahkan ada yang sama sekali tidak berkaitan!!

Setidaknya semua ini bisa membuka mata,sejauh mana kemampuan dalam memahami sesuatu…….

====***====

dalam hal membantah saya tidak hanya berdasarkan logika semata tetapi menunjukan ayat-ayat yang bersangkutan,dan memberikan penjelasan !!!

bandingkan bantahan Duladi soal postingan ini... sama sekali tidak berani mengupas satu-persatu argumentasi dari Romadi tetapi seperti biasa hanya menuduh dan menuduh = melempar "sampah" saja

yang lebih menggelikan Duladi "memposisikan sebagai Guru" =

guru yang selalu harus di beri tahu kesalahan dan keteledorannya dari Muridnya???

apa ini nggak terbalik???

pantasnya orang yang sering ditegur dan diingatkan guru atau murid???

tetapi dalam hal ini saya tidak memposisikan sebagai Guru tetapi sebagai sesama manusia yang tugasnya untuk saling mengingatkan....... jadi memang sangat berbeda antara Romadi dan Duladi................

bersambung



Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 13:15:22

lanjutan

Duladi menyimpulkan Bileam sebagai tukang Tenun,Dukun dll karena Bileam kalau mengutuk akan terkutuklah bangsa itu!

sekarang kita perhatikan betul ayat yang berkaitan soal tersebut (sebenarnya persoalan ini sudah saya jawab =point no 2 secara ringkas tetapi jawaban yang ringkas tersebut tidak mampu ditangkapnya

22:6 Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk."

dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa Bileam dikenal tidak hanya sekedar "mengutuk" tetapi juga "memberkati" maka jelas sekali berbeda sekali bahwa Bileam bukan "dukun" karena kalau dukun /tukang tenun ia meminta bantuan kepada Iblis!

tetapi bagaimana dengan Bileam?? apakah ia dalam mengutuk atapun memberi berkat berdasarkan bantuan Iblis/Setan/roh jahat atau meminta kepada Tuhan???

kita perhatikan ayat selanjutnya:

22:7 Lalu berangkatlah para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian dengan membawa di tangannya upah penenung; setelah mereka sampai kepada Bileam, disampaikanlah kepadanya pesan Balak.
22:8 Lalu berkatalah Bileam kepada mereka: "Bermalamlah di sini pada malam ini, maka aku akan memberi jawab kepadamu, sesuai dengan apa yang akan difirmankan TUHAN kepadaku." Maka tinggallah pemuka-pemuka Moab itu pada Bileam.
22:9 Kemudian datanglah Allah kepada Bileam serta berfirman: "Siapakah orang-orang yang bersama-sama dengan engkau itu?"
22:10 Dan berkatalah Bileam kepada Allah: "Balak bin Zipor, raja Moab, mengutus orang kepadaku dengan pesan:
22:11 Ketahuilah, ada bangsa yang keluar dari Mesir, dan permukaan bumi tertutup olehnya; karena itu, datanglah, serapahlah mereka bagiku, mungkin aku akan sanggup berperang melawan mereka dan menghalau mereka."
22:12 Lalu berfirmanlah Allah kepada Bileam: "Janganlah engkau pergi bersama-sama dengan mereka, janganlah engkau mengutuk bangsa itu, sebab mereka telah diberkati."
22:13 Bangunlah Bileam pada waktu pagi, lalu berkata kepada pemuka-pemuka Balak: "Pulanglah ke negerimu, sebab TUHAN tidak mengizinkan aku pergi bersama-sama dengan kamu."
22:14 Lalu berangkatlah pemuka-pemuka Moab itu dan setelah mereka sampai kepada Balak, berkatalah mereka: "Bileam menolak datang bersama-sama dengan kami."

fakta yang tercatat adalah : bileam meminta petunjuk Allah bukan kepada yang lain!
fakta yang tercatat pula : bahwa Bileam pada awalnya adalah menolak permintaan raja Balak tersebut!

maka dalam hal ini termasuk menjawab pertanyaan Duladi yang ia tulis:

"Ha ha ha ha....
Romadi, Anda harus banyak belajar Alkitab, ya? Dari mana Anda bisa menyimpulkan Bileam tadinya adalah seorang yang berada di jalan KEBENARAN"

maka dalam hal ini siapa yang pantas untuk banyak belajar lagi soal alkitab biar tidak membuat kesimpulan menjadi kacau balau = tidak sesuai dengan konteks!

dan perlu diingat bahwa penjelasan pada ayat 6 adalah soal kemampuan memberkati terlebih dahulu,sebelum mengutuk!!

bersambung


Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 13:37:53

lanjutan

untuk menjawab pertanyaan Duladi sebelumnya,yaitu membuktikan bahwa pada awalnya Bileam dijalan kebenaran

sekarang kita perhatikan juga :

Bil. 23:25 Lalu berkatalah Balak kepada Bileam: "Jika sekali-kali tidak mau engkau menyerapah mereka, janganlah sekali-kali memberkatinya."
Bil. 23:26 Tetapi Bileam menjawab Balak: "Bukankah telah kukatakan kepadamu: Segala yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kulakukan."

jelas dalam hal ini jawaban Bileam sangat tegas bahwa ia hanya melakukan segala apa yang difirmankan Tuhan!

apakah tukang tenung/Dukun punya prinsip seperti itu??? bahwa ia melakukan sesuatu hanya menurut petunjuk Allah??

atau orang yang berprinsip seperti itu menunjukan bahwa ia adalah termasuk orang yang berada dalam kebenaran!!!

apakah bukti-bukti yang saya sebutkan belum cukup untuk membuktikan bahwa Bileam pada awalnya adalah "orang yang berada pada kebenaran"??

kalau belum cukup maka akan saya sampaikan juga Bilangan 24

24:1 Ketika dilihat Bileam, bahwa baik di mata TUHAN untuk memberkati Israel, ia tidak mencarikan pertanda lagi seperti yang sudah-sudah, tetapi ia menghadapkan mukanya ke arah padang gurun.
24:2 Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia.
24:3 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;
24:4 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.
24:5 Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel!
24:6 Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air.
24:7 Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.
24:8 Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan. Bangsa-bangsa yang menjadi lawannya akan ditelannya habis, dan tulang-tulang mereka akan dihancurkannya dan akan ditembaknya tembus dengan panah-panahnya.
24:9 Ia meniarap dan merebahkan diri sebagai singa jantan, dan sebagai singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Diberkatilah orang yang memberkati engkau, dan terkutuklah orang yang mengutuk engkau!"
24:10 Lalu bangkitlah amarah Balak terhadap Bileam dan dengan meremas-remas jarinya berkatalah ia kepada Bileam: "Untuk menyerapah musuhku aku memanggil engkau, tetapi sebaliknya sampai tiga kali engkau memberkati mereka.
24:11 Oleh sebab itu, enyahlah engkau ke tempat kediamanmu; aku telah berkata kepadamu aku telah bermaksud memberi banyak upah kepadamu, tetapi TUHAN telah mencegah engkau memperolehnya."
24:12 Tetapi berkatalah Bileam kepada Balak: "Bukankah telah kukatakan juga kepada utusan-utusan yang kaukirim kepadaku:
24:13 Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh, aku tidak akan sanggup melanggar titah TUHAN dengan berbuat baik atau jahat atas kemauanku sendiri; apa yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kukatakan.
24:14 Dan sekarang, aku ini sudah hendak pergi kepada bangsaku; marilah kuberitahukan kepadamu apa yang akan dilakukan bangsa itu kepada bangsamu di kemudian hari."
24:15 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;
24:16 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.
24:1

apakah Roh Allah juga menghinggapi Dukun??
apakah Dukun termasuk orang yang dibuka matanya oleh Allah atau justru sebaliknya??

sekarang sebagai lanturan sedikit:

apakah kemampuan mampu memberkati dan mengutuk adalah sebagai profesi??

bagaimana dengan Yesus??? apakah ia juga bisa disebut sebagai "tukang tenung"??
karena punya kemampuan seperti itu???(ingat Yesus yang mengutuk pohon Ara)

bersambung




Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 13:46:29

mungkin sampai disini dahulu jawaban / tanggapan dari saya, dan saya ingin minta konformasi saja terlebih dahulu,yaitu:

apakah argumentasi Duladi yang sangat mendasar yang saya lompati?(tidak saya perhatikan)

kalau ada sebaiknya sdr Duladi ataupun rekan lain (mungkin Agustinus atau siapapun) yang mau menyampaikan mana yang saya lompati/tidak saya perhatikan!

untuk rekan lain bisa disampaikan di thread kritik dan pesan(karena ada aturan orang lain tidak boleh mempostingkan di thread ini)

sedangkan Duladi ,kalau anda merasa postingan anda yang belum saya tanggapi (postingan yang sesuai konteks sebelumnya) anda bisa menyampaikan terlebih dahulu!

nanti akan saya tanggapi = jangan kuatir tidak diperhatikan apalagi tidak dibaca!

sementara saya cukupkan terlebih dahulu tanggapan saya,menunggu konfirmasi selanjutnya.....(karena kalau saya terus sampaikan tanggapan maka biasanya ada tuduhan baru....... dianggap mengulur-ulur waktu atau apalah....istilahnya)

saya tunggu konfirmasinya...........


Sdr Duladi :: tanggal 02 Juni 2007 18:08:33

o) Bilangan 31 adalah SEJARAH.

Apa ciri-ciri SEJARAH?

a. Ia tercatat atau tertulis.
b. Menceritakan suatu kejadian atau peristiwa di masa lampau (minimal 10 tahun ke belakang), dan kejadian itu memiliki dampak atau efek bagi kehidupan sesudahnya
c. Para pelakunya jelas.
d. Peristiwa yg diceritakan itu, sudah terjadi.
e. Karena peristiwa itu sudah terjadi, sudah pasti, memiliki kronologis.

Ad. a. Ia tercatat atau tertulis.
Sudah pasti, bahwa kisah peperangan antara orang Israel dg orang Midian/Moab tertulis secara jelas di dalam Kitab Musa, yaitu Bilangan 31.

Ad. b. Menceritakan suatu kejadian di masa lampau, dan kejadian itu berdampak bagi orang-orang yang hidup sesudahnya.
Ayat-ayat dalam Bilangan 31 menceritakan kisah peperangan orang Israel dengan orang Midian/Moab, dan dampak yg ditimbulkannya adalah hancurnya bangsa Midian/Moab yang tinggal di sekitar dataran Moab di tepi sungai Yordan tersebut. (Tetapi tidak punah sama sekali, sebab suku Midian/Moab hidup berpencar-pencar, sebagian kelompok mereka juga tinggal di dekat Horeb dan Teluk Akaba. Di zaman Hakim-hakim, mereka berperang kembali melawan orang Israel).

Ad.c. Para pelakunya jelas.
Siapa yang diperintahkan Tuhan untuk berperang, dan ditujukan kepada siapa perang tersebut, semua tertulis jelas dalam Bilangan 31 khususnya dan Alkitab pada umumnya.

Ad.d. Peristiwa yang diceritakan tersebut sudah terjadi.
Bahwa peperangan antara orang Israel dangan orang Midian telah terjadi dan telah tuntas di masa Musa.

Ad.e. Memiliki kronologis.
Kronologis dari kisah pertempuran itu, mulai dari asal mula/penyebab, jalannya pertempuran, hingga ending dari kisah itu semuanya dapat kita baca dari Kitab Bilangan.

Demikian, tidak ada alasan bagi siapa pun yang memaksakan pendapatnya bahwa perintah Perang dalam Alkitab itu sebagai perintah untuk dilaksanakan oleh Umat Kristen.

*****==***

romadi menjawab

dengan kriteria yang anda sampaikan tersebut maka akan disebut sejarah???

bagaimana dengan khotbah diatas bukit??

1. khotbah tersebut tercatat dan tertulis di Matius 5-7
2. peristiwa tersebut terjadi lebih dari 10 tahun (bahkan lebih jauh dari itu)
3. pelaku khotbah dan yang dikotbahi jelas
4. memiliki kronologis.

apakah anda akan menganggap itu hanya sejarah??? tidak bisa dijadikan alasan bahwa khotbah-khotbahnya "banyak" yang menjadikan acuan??

JAWAB:

Nah, itulah yg saya katakan bahwa ALKITAB adalah sebuah BUKU HISTORIS.

Sebagai Buku Historis, dia berisi pelajaran-pelajaran berharga untuk kita, sesuai dengan ucapan Rasul Paulus:

Roma 15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

1 Korintus 14:6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?

1 Korintus 14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

Galatia 6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.

Efesus 4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Efesus 4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,

2 Timotius 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Dan perhatikan kata-kata Nabi Yesaya:

Yesaya 5:24 Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.

Bisakah Anda membedakan kata pengajaran/pelajaran dengan perintah?

PELAJARAN/PENGAJARAN adalah HIKMAH atau sesuatu kisah yang mengandung hikmah untuk bahan pengalaman hidup kita di masa mendatang.

PERINTAH atau command, adalah suatu instruksi yang HARUS dikerjakan.

Dan manusia dikaruniai AKAL. Dia bisa membedakan mana PERINTAH untuk dirinya dan mana PERINTAH dalam kisah sejarah.

Dalam hal ini tentu banyak hal yang bisa kita jadikan titik tolak atau batasan-batasan dalam memahami suatu PERINTAH itu masih relevan atau tidak untuk dijalankan.

Di dalam bahasan ini, Anda membandingkan Kisah Sejarah Musa dengan Kisah Sejarah Kristus. Kita semua tahu dengan pasti bahwa umat Kristen adalah pengikut Kristus, bukan pengikut Musa. Sehingga apapun perintah dalam sejarah Musa tidak bisa dengan serta merta kita anggap sebagai perintah untuk kita tanpa kita menelaahnya terlebih dahulu. Sebaliknya, segala perintah Yesus adalah sebuah perintah yang HARUS tidak bisa tidak memang harus kita laksanakan, karena umat Kristen adalah Pengikut Yesus.

Selain itu, kita juga melihatnya dalam cakupan yang lebih luas lagi, yaitu perihal zaman. Zaman Musa adalah zaman di mana Allah memberi janji Tanah Kanaan, sebuah negeri duniawi. Tetapi zaman sesudah pembuangan dan puncaknya di masa Yesus, janji Allah tidak lagi kepada pemberian negeri duniawi. Maka, segala daya upaya yg mesti kita lakukan untuk mencapainya tidak lagi memakai cara-cara duniawi, seperti perang, pembantaian, pemaksaan kehendak, ataupun sikap-sikap duniawi lain seperti membenci atau mengutuk.

Dik Romadi begitu memaksakan diri untuk menjadikan kisah-kisah sejarah peperangan umat Israel sebagai suatu ajaran untuk dilaksanakan oleh umat Kristen, adalah dikarenakan Dik Romadi tidak ingin agamanya dianggap sebagai satu-satunya agama yang mengajarkan perang. Saya memaklumi sikap ini sebagai suatu usaha pembelaan diri.

Alquran pun sebenarnya juga cerita sejarah, sebab ayat-ayat itu diturunkan sesuai dengan situasi dan kondisi (asbabun nuzulnya). Dan di dalam kisah sejarah itu, terdapat perintah, dan perintah itu cukup jelas ditujukan untuk siapa dan untuk diterapkan kepada siapa.

RINGKASAN:

1) Memang benar, Khotbah Yesus di Bukit adalah kisah sejarah.
2) Hal ini membenarkan pandangan umat Kristen bahwa Bibel adalah sebuah Buku Historis.
3) Perbedaan Bibel dengan buku-buku sejarah yg umum adalah: Bibel berisi pelajaran tentang Allah, sedangkan buku-buku lain hanya berisi pelajaran duniawi/filsafat manusiawi belaka.
4) Di dalam PELAJARAN SEJARAH kerap terdapat PERINTAH-PERINTAH. Misal: Kisah Bilangan 31 ada Perintah Tuhan kepada Musa, dan dalam Matius 5 ada perintah Yesus untuk umat Kristen. Dengan melihat kepada siapa perintah itu diberikan dan dengan menilai zaman secara benar, kita bisa tentukan perintah mana yang masih relevan dan mana yang cukup dijadikan pelajaran saja.

Per bagian saja pembahasan kita, agar tidak ada yg terlewat.

Saya tunggu balasan Anda.

Bila Anda sudah puas dengan jawaban ini, saya akan teruskan ke pembahasan berikutnya.



Sdr Romadi :: tanggal 02 Juni 2007 22:33:37

saya tidak akan langsung menanggapi postingannya yang terakhir,karena tujuan utama saya adalah memberikan kesempatan kepada Duladi untuk menjelaskan apakah postingan/argumentasinya sudah ditanggapi semua atau belum!

membaca tanggapan Duladi nampaknya ia tidak memberikan konfirmasi = menjelaskan bahwa postingannya tidak ada yang subtansial yang terlewati = semua sudah ditanggapi oleh Romadi!

apakah anda setuju hal ini???

kalau anda tidak setuju maka berikan postingan-postingan anda yang belum saya tanggapi tetapi kalau anda setuju baru akan tanggapi postingan anda selanjutnya!

saya tunggu dahulu soal jawaban ini terlebih dahulu..........



Sdr Duladi :: tanggal 02 Juni 2007 23:44:46

Adikku Romadi, menurut hemat saya semuanya sudah Anda ulas. Terima kasih. Tapi untuk ke depannya, tentu keinginan kita yang sebenarnya adalah agar di antara kita tidak ada yang melewati argumentasi bagus dari teman diskusi. Yang mesti kita prioritaskan, bukan menanggapi argumen-argumen lemah dan mengabaikan argumen yang kuat. Itu saja. Sekali lagi buat Adik Romadi, saya pikir seluruh ulasan Anda yang panjang itu sudah mencakupi semua tulisan saya.




Sdr Romadi :: tanggal 03 Juni 2007 00:57:54

Duladi menulis

Adikku Romadi, menurut hemat saya semuanya sudah Anda ulas. Terima kasih. Tapi untuk ke depannya, tentu keinginan kita yang sebenarnya adalah agar di antara kita tidak ada yang melewati argumentasi bagus dari teman diskusi. Yang mesti kita prioritaskan, bukan menanggapi argumen-argumen lemah dan mengabaikan argumen yang kuat. Itu saja. Sekali lagi buat Adik Romadi, saya pikir seluruh ulasan Anda yang panjang itu sudah mencakupi semua tulisan saya.
*****===*****

romadi menjawab

kesimpulannya bahwa semua argumentasi anda sudah saya tanggapi,maka dalam hal sebaliknya apakah anda sudah menanggapi semua argumentasi Romadi??

dengan kata lain kalau ada yang menuduh Romadi sengaja melompati/atau tidak memperhatikan argumentasi anda adalah "konyol"

kalau anda merasa belum menanggapi semuanya maka dalam hal ini saya memberi kesempatan kepada anda untuk menanggapi,menjawab pertanyaan dari saya yang belum sama sekali anda tanggapi!

kemudian kalau anda sudah merasa sudah menanggapi semuanya maka nanti saya akan mengoreksinya.......!

dan dalam hal ini juga merupakan pembuktian siapakah yang suka tidak memperhatikan postingan orang lain dan siapa yang memperhatikan!

tetapi sangat jelas sekali bahwa dalam hal ini dari pengakuan anda saya sudah menanggapi semua postingan anda = membuktikan Romadi memperhatikan argumentasi orang lain!

sekarang saatnya anda membuktikan!!!



Sdr Duladi :: tanggal 05 Juni 2007 10:55:32

TENTANG KETETAPAN PENTAHIRAN

Contoh sederhana:

Ada korban kecelakaan, lalu dia dibawa ke rumah sakit bagian Gawat Darurat. Di sana banyak pasien yang juga sedang menunggu. Sudah menjadi KETETAPAN, bahwa pasien yang terparah-lah yang harus mendapat pertolongan lebih dahulu. Ini ketetapan, dan ketetapan ini ada SEBAB-MUSABABNYA, yaitu karena ada kecelakaan, penyakit, dll.

Lalu apakah SEBAB-MUSABAB ini juga masuk dalam KETETAPAN? Apakah KECELAKAAN itu suatu KEHARUSAN UNTUK DILAKSANAKAN?

Apakah lantaran KETETAPAN TENTANG SIAPA DULU YANG HARUS DITANGANI disebabkan adanya KECELAKAAN, maka KECELAKAAN juga menjadi suatu KETETAPAN untuk DILAKSANAKAN?

Memang sebab-musabab haruslah ada, supaya ketetapan itu bisa dilaksanakan. Tetapi sebab-musabab itu sendiri bukanlah ketetapan. Jadi seandainya tidak ada sebab, maka ketetapan itu tidak perlu dilakukan.

Bisakah Dik Romadi membedakan MANA KETETAPAN & MANA SEBAB?

Ketetapan ada lantaran ada sebabnya, tapi sebab itu sendiri bukanlah ketetapan. Dik Romadi telah mencampuradukkan antara KETETAPAN dengan SEBAB.

Perang orang Israel dengan Midian sifatnya situasional, bukan suatu HUKUM TETAP.
Sebab sudah jelas kalau yang diperintahkan Tuhan untuk diperangi adalah BANGSA MIDIAN, bukan umat tertentu yang selalu ada sepanjang zaman.

Sebagai bahan pembanding, mari kita simak 2 ayat berikut:

QS 9:123
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Bilangan 31:1-4
TUHAN berfirman kepada Musa:
"Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian; kemudian engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu."
Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Baiklah sejumlah orang dari antaramu mempersenjatai diri untuk berperang, supaya mereka melawan Midian untuk menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian.
Dari setiap suku di antara segala suku Israel haruslah kamu menyuruh seribu orang untuk berperang."

ORANG NORMAL, tentu bisa langsung tahu, mana AJARAN & mana KISAH SEJARAH.

Tetapi karena Anda masih belum dewasa (tafsiran saya, Romadi masih remaja), saya akan jelaskan dengan sabar.

Di dalam QS 9:123 cukup jelas, perintah itu ditujukan kepada siapa, dan untuk memerangi siapa.
 Ditujukan untuk Muslim
 dan untuk memerangi Non-Muslim

Di dalam Bilangan 31 cukup jelas, perintah itu ditujukan kepada siapa dan untuk memerangi siapa.
 Ditujukan untuk bani Israel di masa Nabi Musa
 dan untuk memerangi orang-orang Midian/Moab
(Ini sesuai dengan ciri-ciri SEJARAH).

Penegasan Ulang:

Sekalipun di dalam Perjanjian Lama terdapat Perintah Perang, zaman telah berubah; zaman di mana sekarang kita hidup sudah berbeda dengan zaman pada Perjanjian Lama. Zaman sesudah Tanah Kanaan, yaitu zaman sesudah Pembuangan ke Babel, yang puncaknya adalah zaman Kristus, Tuhan sudah tidak lagi menjanjikan NEGERI DUNIAWI, melainkan Negeri Surgawi, maka segala ketetapan Hukum Musa selain dari pada 10 Perintah dianggap telah usang. Sebab kita tidak lagi berkiblat pada JANJI TANAH KANAAN, tetapi JANJI SURGA, sehingga inti pengajaran kita adalah berpedoman pada Yesus, tidak lagi pada Musa.

Adikku Romadi menulis:

“apakah anda menyimpulkan kalau 10 perintah Allah adalah dari Allah dan lainya "hanya penjabaran pribadi Musa"??”

Jawab:

Musa dalam hal ini sudah dikaruniai hikmat akal budi dari Allah, sebagian besar pengajaran moral yang Musa ajarkan kepada bani Israel adalah berasal dari Musa dengan ilham Ilahi.

Kita tahu, Musa kerap bertemu Tuhan (baik di Gunung Sinai maupun di Kemah Pertemuan), dan Tuhan hanya memberikan inti-inti pokok pengajaranNya saja, kemudian Musa dengan penuh hikmat menjabarkannya secara lugas dan dengan memakai kata-katanya sendiri kepada bani Israel.

Seperti salah satu contoh ucapan Musa ketika ia mengawali pengajarannya:

Ulangan 6:1-2
"Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu.”

Di ayat itu Musa menerangkan kepada orang Israel bahwa dirinya mendapat perintah Tuhan untuk mengajarkan hal-hal itu kepada mereka.

Adik Romadi menulis:

kalau anda menganggap bahwa apa yang anda sebut bahwa "lainnya penjabaran tentang Hukum utama" maka kalau anda ingin menjelaskan sejelas-jelasnya adalah bahwa pesan ini adalah penjabaran dari perintah sekian dan sekian....

sebagai contoh :

sedekah kepada fakir miskin adalah penjabaran perintah Allah utama no sekian
merendahkan diri saat puasa adalah penjabaran perintah Allah no sekian...

Jawab:

Adik mengerti, bahwa 10 Perintah Allah itu sendiri merupakan hasil penjabaran dari 2 topik utama Hukum Tuhan, yaitu (1) Kasih kepada Allah dan (2) Kasih kepada manusia.

Hukum Tuhan adalah hukum moral, bukan tata cara/tradisi/upacara keagamaan.

Memberi sedekah kepada fakir miskin merupakan jabaran atas topik kedua dari Hukum Tuhan, yaitu kasih kepada manusia.

Sedangkan merendahkan diri dengan cara berpuasa adalah jabaran atas topik pertama dari Hukum Tuhan, yaitu kasih kepada Allah. Penjelasannya begini: Tuhan ibarat orang tua. Sewaktu kita berbuat salah kepada ortu, dan kita menyadari bahwa akibat perbuatan ini ortu menjadi sedih, maka demi kasih kita kepada mereka, kita berusaha membujuk ortu dengan berbagai cara dan upaya, salah satunya adalah dengan sikap merendahkan diri agar ortu luluh hatinya dan bersedia memaafkan kesalahan kita. Nah, kepada Tuhan kita di kala merasa telah berbuat dosa, kita merendahkan diri kita dengan cara berpuasa untuk meluluhkan hati Tuhan supaya Ia berkenan untuk mengampuni kita.

Adikku Romadi menulis:

justru anda hanya menganggap sebagai pengajaran Moral! tidak menjelaskan secara kongkrit bahwa itu adalah penjabaran dari 10 perintah Allah

Jawab:

Dik Romadi, apa Anda masih rancu dan masih tidak bisa membedakan apakah 10 Perintah Tuhan itu bukan pengajaran moral? Bisakah Anda membedakannya dengan tatacara/tradisi/upacara keagamaan?

Adikku Romadi menulis:

dan bagaimana soal "pertanyaan saya" yang benar-benar berkaitan dengan topik yang diperdebatkan ?
kenapa anda lompati begitu saja???
yaitu seperti yang saya tulis sebelumnya:
Matius
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
perhatikan ayat ini baik-baik !!
pesan Yesus ini adalah pesan 0(nol) toleransi terhadap penyebab pelanggaran Hukum Musa(yang utama menurut anda),sehingga pada diri sendiri harus tegas!
sehingga kalau mata,tangan menyebabkan kesesatan maka perlu dicukil/dipenggal dll

Jawab:
Ini suatu pengajaran yg luhur. Kenapa saya katakan luhur? Sebab ini bermaksud baik, berguna untuk mengekang diri sendiri supaya tidak berbuat dosa. Coba bandingkan dengan ajaran yg tema utamanya adalah menghakimi orang lain. Bukankah Adik Romadi setuju, kalau ajaran yg mendidik secara ke dalam itu lebih luhur ketimbang ajaran yg semata-mata ditujukan kepada pihak lain?

Ajaran yang sifatnya mengarah ke dalam, itu baik untuk kita supaya kita memiliki kesadaran diri dan berjuang untuk hidup secara benar.

Sebaliknya, ajaran yang sifatnya mengarah kepada orang lain, hanya akan menempa diri kita menjadi manusia munafik dan sok suci. Ujung-ujungnya, kita akan bertindak main hakim untuk menghukum orang lain yg kita anggap salah tanpa kita menyelidiki apakah diri kita sendiri sudah cukup bersih untuk bertindak sebagai “pembela kebenaran”.

Ayat di atas bisa dimaknai secara rohani maupun harfiah. Pada beberapa kasus di abad-abad awal para kudus, ada yg menerapkan itu secara harfiah. Tetapi secara bijak, semestinya kita memahaminya secara rohani. Makna rohaninya adalah bahwa Tuhan sangat benci terhadap dosa. Maka dari itu, kita sedapat mungkin menghindari perbuatan-perbuatan jahat itu agar kita tidak kehilangan salah satu organ tubuh kita di akhirat nanti.

Adik Romadi menafsirkan Yeremia 6:19-20:

Yeremia 6:19-20
Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.
Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku.

soal Yeremia 6:19-20 itu sangat jelas bahwa malapetaka datang karena mereka "membuat-buat/mengarang-ngarang persembahan yang tidak pernah diperintahkan Allah!”

Jawab:

Dik, persembahan yang disebut di ayat itu bukan dibuat-buat atau karang-karangan. Itu memang perintah Tuhan sesuai dengan Keluaran 30:23 tentang pembuatan minyak urapan dari bahan-bahan terbaik salah satunya adalah tebu dan kemenyan, dan tentang korban bakaran ataupun korban sembelihan itu memang perintah Musa (Imamat 1 dst).

Adik melanjutkan:

jadi penolakan tentang "korban" tersebut karena ulah pelanggaran mereka sendiri = ayat tersebut bisa membatalkan tentang persembahan yang berdasar pada "perintah Allah"!

Jawab:

Jadi sudah jelas, ya Dik, bahwa pelanggaran mereka bukan masalah “jenis/bahan korban”, tetapi pelanggaran karena mereka tidak patuh pada pengajaran Tuhan. Tuhan mengajarkan: Jangan menyembah berhala, tapi umatNya malah berzinah dengan berhala. Hal ini bisa kita baca dari salah satu ayat sebelumnya:

Yeremia 16:1
“Maka Aku akan menjatuhkan hukuman-Ku atas mereka, karena segala kejahatan mereka, sebab mereka telah meninggalkan Aku, dengan membakar korban kepada allah lain dan sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri.”

Dan simak juga Yeremia 2:7-8
“Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian.
Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.”

Dan kita baca juga gambaran dari kebodohan umatNya yang tidak menyadari kalau mereka telah berbuat dosa:

Yeremia 2:21-23
“Namun Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar!
Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
Bagaimanakah engkau berani berkata: Aku tidak pernah menajiskan diriku, aku tidak pernah mengikuti para Baal? Lihatlah tingkah langkahmu di dalam lembah, ketahuilah apa yang telah kaulakukan: hai, unta betina yang ringan kaki yang berlari-lari kian ke mari,”

Tahukah Adik Romadi, bahwa penyembahan kepada berhala di zaman dahulu berbeda dengan penyembahan berhala di masa sekarang? Kalau di masa dahulu, menyembah berhala berarti mereka juga melakukan pengorbanan anak-anak mereka untuk disembelih dan dipersembahkan kepada dewa-dewi.

Yeremia hidup pada zaman Raja Yosia, dan ini salah satu ayat yang mendeskripsikan pola kehidupan bangsa Israel ketika itu sampai akhirnya Raja Yosia menghancurkan bukit-bukit pengorbanan mereka:

2 Tawarikh 34:3
“Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan.”

Nabi lain juga menceritakan bagaimana upacara penyembahan kepada berhala yg dilakukan orang-orang zaman dahulu:

Yesaya 57:5
“hai orang-orang yang terbakar oleh hawa nafsu dekat pohon-pohon keramat, di bawah setiap pohon yang rimbun, hai orang-orang yang menyembelih anak-anak di lembah-lembah, di dalam celah-celah bukit batu.”

Yehezkiel 23:39
“Dan sedang mereka menyembelih anak-anak mereka untuk berhala-berhalanya, mereka datang pada hari itu ke tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusannya. Sungguh, inilah yang dilakukan mereka di dalam rumah-Ku.”

Adik Romadi menulis:

maka soal ini memperjelas bahwa yang diserang oleh yesus adalah kemunafikan dan penyimpangan dalam beribadah tetapi apa yang diserang Yesus tidak membatalkan tentang Ibadah yang diperintahkan Allah sebelumnya kepada Musa (dan Nabi-Nabi lainnya)

Jawab:

YESUS secara tidak langsung telah membatalkan UPACARA-UPACARA AGAMA YAHUDI yang tidak berguna untuk keselamatan itu.

Salah satu contoh kasus, adalah tata cara menghormati hari Sabat. Yesus dengan tegas mencontohkan bahwa Dia dan murid-muridNya tidak perlu lagi mengikuti aturan-aturan itu (Matius 12; Markus 2:23; Lukas 6, dll)

Dan soal makanan haram dan tidak haram (ini sebagai tradisi agama Yahudi), juga dengan tegas YESUS BATALKAN demi cara hidup yg lebih cerdas, bijaksana dan bermanfaat (Markus 7).

Kami Umat Kristen dapat dengan baik menangkap pesan-pesan Yesus ini.

Sebaliknya umat kafir Muslim sulit untuk mengerti pesan-pesan Injil, sebab hati mereka telah dibutakan oleh virus rabiesnya Muhammad.

Tetapi Adik Romadi dalam hal ini adalah dalam taraf belajar, dan lambat laun Adik akan bisa menangkap intisari dari ajaran Yesus. Firman Allah tidak selalu tersurat, tetapi juga tersirat.

Adik Romadi menulis:

sekarang jawaban anda sudah pakai sepuluh perintah +(penjabaran) setelah argumentasi matius 5-7 saya pertanyakan???
apakah pernyataan-pernyataan anda sebelumnya adalah "masalah penjabaran"??? perhatikan postingan anda sebelumnya yang saya tanggapi

"Tetapi dari Matius 15 ini, kita jadi tahu mana PERINTAH ALLAH & mana TRADISI YAHUDI. Yesus dengan sangat tegas menyatakan segala ketetapan di luar 10 Perintah adalah sekedar ADAT-ISTIADAT atau TATA CARA AGAMA YAHUDI semata, tak lebih dari itu. Sekalipun itu sumbernya juga dari Allah, tapi itu dimaksudkan untuk tata cara beribadah saja, bukan HUKUM PENGAJARAN MORAL, dan semata-mata untuk adat-istiadat umat Yahudi untuk membedakan mereka dengan bangsa-bangsa lain."

anda menganggap diluar 10 perintah Allah sekedar adat istiadat tetapi kini anda sudah berubah 10 perintah + penjabaran karena penjelasan anda dipertanyakan dengan standar 10 perintah Allah!

sangat jelas sekali penambahan kata penjabaran adalah "menyadari bahwa pernyataan sebelumnya salah" maka kemudian berubah pikiran!

dan lagi-lagi semua ini menunjukan bahwa anda tidak konsisten dengan pernyataan sendiri!!

Jawab:

Dik Romadi, penjelasan saya cukup konsisten. Saya semakin memperjelas ulasan saya karena Adik rupanya mengalami kesulitan dalam memahami.

Takutnya, kalau saya tidak mempertegas dengan tambahan kata “penjabaran”, Dik Romadi akan menyangka bahwa yg saya maksudkan dengan Hukum Taurat (10 Perintah) hanya Item-item yang tertulis dalam Keluaran 20:1-17 saja. Padahal, di luar itu banyak pengajaran moral yang Musa berikan yg merupakan penjabaran atas Hukum Allah yg 10 itu (atau 2 Topik Hukum Allah).

Supaya semakin memperjelas pemahaman Anda, maka saya tambahkan kata-kata ‘penjabaran’ agar Anda tidak salah mengerti.

Adik Romadi menulis:

benarkah konteksnya bukan masalah usang dan tidak usang??
ha....ha...ha...rupanya anda ingin mempermalukan diri sendiri??
bagaimana postingan anda sebelumnya ini??
Postingan Duladi tanggal : 26 Mei 2007 00:58:35
"...Dan karena zaman telah berubah, yaitu zaman sesudah Pembuangan ke Babel, yang puncaknya adalah zaman Kristus, Tuhan sudah tidak lagi menjanjikan NEGERI DUNIAWI, melainkan Negeri Surgawi, maka segala ketetapan Hukum Musa selain dari pada 10 Perintah dianggap telah usang...."
perhatikan baik-baik tulisan anda sendiri??? anda sendiri yang menganggap selain 10 perintah Allah adalah Usang tetapi kenapa anda menganggap argumentasi pandangan anda ini konteksnya bukan masalah usang dan tidak usang??

jadi seperti lagu nich...:

KAU...YANG MENULIS....SENDIRI.I...I....
KAU...SENDIRI YANG MENGINGKARI........

DULADI...DULADI...... APAKAH ANDA MASIH AKAN BERDALIH BAHWA KONTEKSNYA BUKAN MASALAH USANG DAN TIDAK USANG????

= ini menunjukkan apa??? boro-boro mau memperhatikan penjelasan orang lain,tulisan sendiri yang sudah salah dan diaku mengetes saja masih diposting ulang kembali= tidak memperhatikan tulisan sendiri!

jadi saran anda agar saya memperhatikan tulisan anda itu adalah saran yang lebih cocok kepada anda sendiri = kalau saya tidak memperhatikan tulisan anda bagaimana saya bisa tahu kerancuan argumentasi anda!!

Jawab:

Dik, perhatikanlah baik-baik teksnya.

Matius 15:4-6 BUKAN membicarakan HUKUM USANG & TIDAK USANG. Tetapi membahas mana HUKUM TAURAT MURNI & MANA TRADISI AGAMA.

Masih belum jelas?

Kalau kita berbicara tentang Usang dan Tidak Usang, kita bisa melihat apa saja yang diajarkan Yesus semasa Ia berda’wah. Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk melakukan ritual-ritual Yahudi, Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk memerangi orang kafir, Yesus tidak mengajarkan umatNya untuk bersikap sok suci dengan berpantang makan daging haram atau tidak haram; tetapi yang Yesus ajarkan adalah 10 Perintah Allah dan penjarabannya (yaitu yg menyangkut ajaran moralitas, bukan tata cara agama/Tradisi Yahudi).

Justru dalil ini yang menguatkan pandangan umat Kristen tentang perbedaan HUKUM ALLAH & TRADISI YAHUDI. Di ayat 15:4-6 dikisahkan Yesus membedakan "Perintah Allah" dengan "Adat Istiadat Nenek Moyang".

Matius 15:4 => Hormatilah ayah dan ibu sebagai PERINTAH ALLAH.
Matius 15:5-6 => Mempersembahkan korban sebagai TRADISI/ADAT ISTIADAT.

Kita semua tahu, bahwa mempersembahkan korban untuk Allah/Bait Allah adalah ketentuan yang diberikan Tuhan kepada Musa (Keluaran 15:1-30; Keluaran 30:11-16; dll

Jadi, Matius 15:4-6 di atas bukan membicarakan USANG atau TIDAK USANG, tapi mengenai mana HUKUM UTAMA & MANA TRADISI.

Sedangkan untuk mengerti mana hukum usang dan yang tidak, kita bisa membaca setidaknya dari Matius 12, Markus 2:23, Lukas 6.

YESUS secara tidak langsung telah membatalkan UPACARA-UPACARA AGAMA YAHUDI yang tidak berguna untuk keselamatan itu.

Salah satu contoh kasus, adalah tata cara menghormati hari Sabat. Yesus dengan tegas mencontohkan bahwa Dia dan murid-muridNya tidak perlu lagi mengikuti aturan-aturan itu (Matius 12; Markus 2:23; Lukas 6, dll)

Dan soal makanan haram dan tidak haram (ini sebagai tradisi agama Yahudi), juga dengan tegas YESUS BATALKAN demi cara hidup yg lebih cerdas, bijaksana dan bermanfaat (Markus 7).

Inti pesan yang hendak disampaikan Yesus adalah bahwa TRADISI KEAGAMAAN YAHUDI sudah tidak layak lagi dijadikan acuan bagi selamat atau tidak selamatnya seseorang, sebab bukan itu yg Tuhan lihat, tetapi segenap hati dan perbuatan kitalah yg Tuhan perhatikan.

Kami Umat Kristen dapat dengan baik menangkap pesan-pesan Yesus ini.

Sebaliknya umat kafir Muslim sulit untuk mengerti pesan-pesan Injil, sebab hati mereka telah dibutakan oleh virus rabiesnya Muhammad.

Orang-orang bodoh dari dunia ini memang senang dengan segala tata cara peribadatan atau upacara-upacara keagamaan sebagaimana yg kerap dilakukan oleh suku-suku pedalaman. Ritual-ritual yg mereka lakukan dianggap setidaknya dapat menentramkan jiwa mereka. Mereka tak mengenal Tuhan, sehingga mereka berbuat itu untuk mencari ketentraman batin dengan cara-caranya sendiri.

Tuhan akan memberikan ketentraman batin bagi siapa yg hidupnya benar, bukan karena melakukan ritual-ritual bodoh itu. Secara manusiawi, kita katakan bahwa semua tata cara peribadatan itu adalah usang dan munafik.

Siapakah di antara kamu yang tidak merasa SUCI setelah melakukan ritual-ritual bodoh itu?

Ajaran Yesus adalah ajaran yg mencerdaskan pikiran kita, supaya kita mengerti bagaimana diri kita di mata Tuhan, bukan melandaskan segala sesuatu berdasarkan apa yang dilihat oleh manusia.

Tuhan melihat perilaku dan isi hati kita, bukan melihat apa-apa yang baru saja kita lakukan dalam rangka memenuhi aturan-aturan tata cara keagamaan yang bodoh. Manusia melihat kesucian itu sebagai sesuatu yang nampak, tetapi Tuhan melihat kesucian itu dari batin kita yang terdalam.

Adik menulis:

apa dasarnya kalau yang jaman yang dijanjikan Syurga maka tak perlu lagi hukum Musa yang membahas soal keduniaan??? = adakah pesan yesus yang seperti itu?

Jawab:

Cukup banyak.

Seperti ayat-ayat yang sudah saya tunjukkan sebelumnya, Matius 12, Markus 2:23, Lukas 6, Matius 6, Matius 13:36, Matius 13:36, Matius 13:44, Matius 16:24, Matius 20:20, dll.

Ayat-ayat yang saya tunjukkan di atas hanya ayat-ayat awalnya saja, Adik juga harus baca ayat-ayat sesudahnya.

Saya akan kutipkan di sini pesan-pesan Yesus yg paling utama:

Matius 6:19-21
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Sedangkan pada zaman Perjanjian Lama, nabi Musa berkata:

Keluaran 13:5
“Apabila TUHAN telah membawa engkau ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Hewi dan orang Yebus, negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, maka engkau harus melakukan ibadah ini dalam bulan ini juga.”

Ulangan 6:3
“Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.”

Ulangan 20:14
“Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, boleh kaupergunakan.”

Dengan perkataan sarkasme, kalau zaman Perjanjian Lama umatNya boleh memiliki sifat “kedunyan” tetapi kini Yesus malah memerintahkan kita agar hati kita senantiasa berkiblat kepada harta surgawi.

Sungguh tidak bijaksana, bila di zaman ketika Tuhan menjanjikan Surga, manusia masih melakukan hal-hal yg bersifat duniawi. Itulah sebabnya Yesus berpesan:

Lukas 16:13
“Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

[Mamon = hal-hal yg bersifat kebendaan, atau DUNIA]

Tentang kekerasan kepada sesama, Yesus berpesan:

Matius 5:38-39
“Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.”

Dahulu di zaman Perjanjian Lama, nabi Musa mengajarkan:

Imamat 24:19-20
“Apabila seseorang membuat orang sesamanya bercacat, maka seperti yang telah dilakukannya, begitulah harus dilakukan kepadanya: patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya.”

Ulangan 19:21
“Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki."

Dengan demikian kita bisa simpulkan, bahwa YESUS telah mengubah AJARAN YG PENEKANANNYA PADA DUNIAWI kepada AJARAN YG PENEKANANNYA PADA KESUCIAN SURGAWI.

Tentang mengapa kita perlu melakukan KASIH kepada sesama walaupun ia telah menyakiti kita, penjelasan rincinya bacalah HUKUM KARMA di Halaman Dalam situs ini.

Adik menulis:

perhatikan baik-baik Matius 5:18
18. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum langit dan bumi lenyap, satu titik atau satu huruf terkecil pun dari Kitab Suci Taurat tidak akan ditiadakan sampai semuanya digenapi.
apakah jaman sekarang sudah melewati jaman langit dan bumi lenyap??

Jawab:

HAI ANAK SETAN! WAHAI ANAKKU ROMADI YG GOBLOK!
Kalau dalam debat-debat sebelumnya Anda dengan Sdr Robert sering mengungkit-ungkit masalah PEMALSUAN AYAT, maka kini KAMULAH ORANGNYA!

Hai BUDAK MUHAMMAD! Betapa kotor hatimu, dan tidak ada keinginan sedikit pun dari dirimu untuk mengerti kebenaran.

KELICIKANMU sama seperti Wahidin di Al-Islah.

Saya bisa menyimpulkan bahwa MEMANG SUDAH BEGITULAH WATAK PARA PENGIKUT ONTA ARAB! Penuh Kelicikan!

Tahukah kamu, Nak, di mana letak kesalahanmu?

Justru yang sedang kita perbincangkan di sini adalah permasalahan HUKUM TAURAT itu secara hakikat apa dan bagaimana.

Dan Adik Romadi malah berusaha membuat ayat palsu seolah Yesus berkata kalau satu titik pun dari “KITAB SUCI TAURAT” tidak akan ditiadakan!!!!!!!!!!

HAI ANAK IBLIS! Maukah kamu insyaf dan mengakui kesalahanmu?

Mengapa kamu menghakimi sobatku Robert, tapi kini kamu sendiri malah melakukannya?

Hai TIKUS TAK BERGUNA? Betapa pengecutnya dirimu dan betapa memalukannya dirimu!

Sudah berkali-kali saya jelaskan, bahwa KITAB TAURAT tidak sama dengan HUKUM TAURAT. Bagaimana dengan licik Anda malah mengarang ayat yang menuliskan “KITAB TAURAT”?

Siapa bilang Yesus mengatakan KITAB TAURAT tidak akan ditiadakan?

Kepada para pembaca, inilah ayat yang benar:

Matius 5:17-18
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan:
a) hukum Taurat
b) atau kitab para nabi.
Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”

Hukum Taurat merupakan bagian dari KITAB MUSA (KITAB TAURAT). Tidak seluruh isi KITAB TAURAT merupakan HUKUM TAURAT. Akan berbeda maknanya kalau kita mengganti kata-kata Yesus yg semula HUKUM TAURAT dengan KITAB TAURAT.

Dan melalui penelaahan yang jujur, kita tahu mana HUKUM TAURAT dan mana TRADISI KEAGAMAAN. Kita bisa mengetahui ini dari mempelajari MATIUS 15:4-6. Yesus dengan sangat tegas membedakan MANA PERINTAH TUHAN dan MANA ADAT-ISTIADAT YAHUDI.

Kemudian, KITAB PARA NABI yang dimaksud Yesus di sini adalah KITAB-KITAB NABI seperti Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Daniel, Hosea, Yoel, Yunus, Amos, Hagai sampai Maleakhi.

Kitab para nabi itu tidak sama dengan KITAB TAURAT. KITAB TAURAT adalah 5 Kitab Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan).

Para Rasul dengan cukup jelas membedakan KITAB TAURAT dengan KITAB PARA NABI.

Kisah 28:23
“Lalu mereka menentukan suatu hari untuk Paulus. Pada hari yang ditentukan itu datanglah mereka dalam jumlah besar ke tempat tumpangannya. Ia menerangkan dan memberi kesaksian kepada mereka tentang Kerajaan Allah; dan berdasarkan HUKUM MUSA dan KITAB PARA NABI ia berusaha meyakinkan mereka tentang Yesus. Hal itu berlangsung dari pagi sampai sore.

Roma 3:21
Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam KITAB TAURAT dan KITAB-KITAB PARA NABI,

Dengan demikian, jelas bahwa KITAB TAURAT dibedakan dari KITAB PARA NABI.

Hai, Ular, maukah kamu menginsyafinya untuk tidak mengulangi kembali kelicikan hatimu ini?

Dik, saya sebenarnya tidak mau bersikap keras kepadamu, mengingat usiamu yang masih dalam taraf belajar. Tapi kadang saya perlu bersikap keras agar kamu mau merubah tabiat-tabiat buruk ajaran nabimu. Kelicikan dan dusta adalah akar dari dosa.

Dik Romadi, zaman sudah berubah. Kalau orang masih memaksakan diri untuk kembali ke zaman Musa, berarti ia itu orang bodoh. Sebab sudah jelas-jelas kalau ini bukan lagi zaman Perjanjian Lama, tapi zaman Perjanjian Baru. Ketika itu Tuhan menjanjikan Negeri Duniawi kepada Abraham hingga kepada Yosua. Dan apa yang Tuhan janjikan itu sudah terwujud.

Sejak umatNya membangkang, kemudian dihukum dengan Pembuangan ke Babel, Tuhan memberikan janji lain kepada kita, yaitu janji Negeri Surgawi yang Kekal dan Abadi. Nah, kalau Dik Romadi ingin balik lagi ke masa Kerajaan Dunia, ini salah besar. Ini berarti, Dik Romadi sedang mengamalkan ajaran nabi Arab yg sesat.




Sdr Duladi :: tanggal 05 Juni 2007 11:02:58

Tentang Ayat Makiyah dan Ayat Madaniyah
----------------------------------------------

Kita tahu bahwa Ayat-ayat Makiyah adalah ayat-ayat yang disampaikan Muhammad di kota Mekkah. Ketika itu pengikutnya tidak lebih dari 80 orang saja. Orang-orang Quraish tidak mempercayainya, dan bahkan kemudian mengusir Muhammad dari Mekkah. (Ketika Muhammad keluar dari Mekkah itu ia meninggalkan semua harta bendanya, sebagai gelandangan ia tiba di Madinah – 622M).

Di Madinah, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia merampoki dusun-dusun, membunuh para prianya dan menjadikan anak-anak dan wanitanya sebagai budak. Muhammad dapat tetap survive di Madinah dengan jalan demikian, dan para pengikutnya yang sebagian besar adalah para pemuda pengangguran makin lama bertambah banyak jumlahnya. Mereka inilah yang kelak dikenal sebagai tentara Ansor asal Madinah. Di kala Muhammad sudah cukup kuat dan memiliki kekayaan hasil dari merampok dan qaswa di perbatasan, ia mendirikan sebuah masjid di Madinah sebagai tempat tinggalnya dan sekaligus sebagai SARANG PENYAMUN bagi gerombolannya. Ia bahkan mengikrarkan dirinya sebagai RAJA KECIL di Madinah itu. Dengan demikian, masjid yang ia dirikan itu juga berfungsi seperti ISTANA RAJA. Muhammad melatih barisan tentaranya juga di tempat itu, ia bangun mess-mess untuk para pengikutnya yang setia, dan membuat ruang khusus untuk ruang pertemuan dan pengadilan.

Ayat-ayat Alquran yang Muhammad sampaikan di Madinah disebut ayat Madaniyah.

Kesimpulan: Ayat Makiyah disampaikan ketika Muhammad dalam keadaan lemah, dan ayat Madaniyah disampaikan di kala Muhammad mulai mapan dan berkuasa.

Romadi menjelaskan QS 3:20 (Surat Madaniyah):

 Qs Ali Imran (3) :20 termasuk ayat Madaniah = yang turun pada periode Madinah

3:20] Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Bila kita baca ayat di atas, sekilas tampaknya Muhammad seorang yang toleran dan baik hati. Ia tidak memaksakan kehendaknya kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani (yg dalam ayat itu disebut sebagai “orang yang diberi ALKITAB”.

Sekarang, waktunya Romadi untuk memberi penjelasan untuk ayat berikut:

QS Ali Imran (3):28

3:28] Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Di ayat berikutnya, yaitu di ayat 28 seperti yang saya kutip di atas, Muhammad malah menunjukkan sikap yang berlawanan dari sikap sebelumnya. Dia mengajarkan umatnya agar tidak mengambil orang kafir menjadi teman atau menjadi penolong bagi orang kafir. Orang mukmin diperkenankan berteman hanya untuk siasat saja, untuk melindungi keselamatan diri mereka terhadap ancaman kafir. Luar biasa. Tahukah Anda apa maksudnya? Orang Muslim di kala mereka lemah, mereka diperbolehkan bersikap baik dan bersahabat dengan orang kafir. Tetapi bila mereka telah kuat, dan peperangan telah dikobarkan untuk memerangi/membunuhi para kafir, orang Muslim tidak boleh membantu atau menjadi penolong bagi orang kafir itu atau mereka diancam akan disiksa oleh Awloh.

Ayat berikutnya:

 Qs Al maidah 92 = termasuk ayat Madaniyah

5:92] Dan ta'atlah kamu kepada Allah dan ta'atlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Ada lagi, di surat yang sama:

5:2] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

5:3] Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Penjelasan:

Surat Al-Maidah diturunkan di Mekkah (tapi disebut surat Madaniyah karena diturunkan sesudah Muhammad hijrah). Ayat-ayat ini disampaikan Muhammad di kala Muhammad telah berhasil menaklukkan Mekkah. Ketika itu Muhammad telah membuat suatu perjanjian kepada orang Mekkah untuk tidak membinasakan penduduk Mekkah, karena tujuan Muhammad ini hanya untuk beribadah haji. Tetapi sesudah masa ini, Muhammad mengingkari sendiri perjanjiannya dengan orang-orang Mekkah, dan turunlah surat At-Taubah sebagai kelanjutan dari surat Al-Maidah, di mana Muhammad mengumumkan perang terhadap penduduk kafir Mekkah dan memberikan mereka waktu 4 bulan lamanya untuk berpikir: menyerah masuk Islam, atau diperangi! Astaghfirullah al-azim. Sungguh biadab Muhammad!

Kembali ke surat Al-Maidah.

Di awal-awal suratnya dan sebagian ayat lain di bagian akhir surat ini, tampaknya Muhammad menunjukkan sikap alim dan bijaksana terhadap penduduk Mekkah. Ia bahkan mengajarkan para pengikutnya agar tidak menyakiti orang Kristen Mekkah, selama bulan-bulan haji itu, mereka boleh berteman baik dan saling tolong-menolong. Mereka boleh menerima pemberian dari orang Kristen, boleh makan daging hasil buruan mereka, boleh mengawini wanita-wanita Kristen dan diwajibkan membayar mas kawin yang layak, dilarang berzinah, dan dilarang menjadikan mereka sebagai gundik-gundik (sesuai ayat 5).

Di surat Al-Maidah ini Muhammad banyak mengajarkan tentang tata cara Wudhu, Mandi dan Tayamum. Muhammad juga mengajarkan hal-hal yang baik kepada para pengikutnya.

Saya jadi tersenyum, ini adalah gejala dari orang yang sedang terbawa suasana hati. Mungkin Muhammad saking girangnya melihat orang-orang Mekkah menunjukkan sikap penerimaan. Ia berusaha menunjukkan citra baik di hadapan orang-orang Mekkah itu, bahkan banyak pula ia mencatut dari ajaran-ajaran Bibel (sebagai contoh lihat ayat 2-3, 8-11).

Tapi lihat, mulai ayat 12, Muhammad kembali menunjukkan sifat aslinya.

Muhammad melihat sikap dari beberapa orang Kristen dan Yahudi yang tidak simpatik terhadapnya. Muhammad sebelumnya telah berusaha untuk mempengaruhi orang-orang Yahudi dan Kristen Mekkah untuk mau menerima dirinya sebagai nabi secara halus dan baik-baik. Ini bisa kita ketahui dari ayat 9-10 berikut:

5:9] Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

5:10] Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka.

Muhammad mulai panas hatinya ketika tahu bahwa meski sudah berusaha dipengaruhi secara halus, orang Yahudi dan Kristen tetap menolak kenabiannya. Ia sudah berusaha mati-matian meyakinkan mereka bahwa dirinya adalah nabi, dengan cara mengingatkan mereka bahwa Muhammad mengakui kitab Taurat dan kitab Injil sebagai kitab-kitab yang lebih dahulu diturunkan Awloh. Tetapi Muhammad tetap saja gagal mempengaruhi mereka untuk mau menjadi pengikutnya.

Sifat buruk Muhammad yang pendendam mulai tampak jelas di ayat 12-50, di mana ia mengundat-undat tentang riwayat bani Israel yang ia kutip dari Kitab Taurat dan mempersalahkan penyembahan umat Kristen terhadap Isa Almasih (walaupun penuh dengan rekayasa dan fitnah). Tidak tanggung-tanggung, Muhammad langsung menyerang 2 umat itu sekaligus (yaitu Yahudi dan Kristen).

Kau tahu gejala apa ini?

Muhammad sedang mencari-cari alasan untuk melegalkan niatnya memaksakan kehendaknya kepada penduduk Mekkah.

Muhammad secara mentalitas, hendak membangkit-bangkitkan sikap antipati terhadap Yahudi dan Kristen, baik itu kepada para pengikutnya maupun untuk dirinya sendiri sebagai pengobar semangat. Penolakan orang Yahudi terhadap dirinya, dipersamakan dengan kedegilan hati orang Yahudi di masa nabi-nabi.

Muhammad adalah makhluk sinting!

Biar para pembaca tidak bingung, saya akan kutipkan beberapa ayat mulai dari ayat 12 hingga ayat 50.

12] Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus".

13] (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

14] Dan di antara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan.

15] Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.

16] Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

17] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?" Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

18] Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).

19] Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari`at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan: "Tidak datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan". Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

33] Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,

34] kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

35] Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

36] Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.

Ayat-ayat berikut menunjukkan Muhammad sakit hati karena dibohongi oleh orang Yahudi dan Kristen:

41] Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah" Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

42] Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

44] Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

45] Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

46] Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan `Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

47] Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

49] dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.

50] Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?

Nah, sebagai penutup, saya kutipkan ayat pamungkas dari Muhammad si nabi sinting yang sedang marah-marah ini:

51] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Agar tidak terlalu panjang postingan ini, saya tutup sampai sini dulu dan saya menunggu apa pendapat Romadi.

Wassalam.




Sdr Romadi :: tanggal 05 Juni 2007 23:31:15

membaca tanggapan dari Duladi sepertinya pura-pura tidak tahu dengan "subtansi" pertanyaan saya" atau memang "tidak mampu" menangkap pesan yang saya sampaikan sebelumnya?? = perhatikan baik-baik postingan Romadi tanggal 03 Juni 2007 00:57:54

bukankah subtansi postingan saya terakhir adalah menanyakan:

Apakah Duladi sudah menanggapi/memperhatikan argumentasi dari Romadi semua??

tetapi fakta tanggapannya tidak ada sepatah-katapun yang menjawab/menjelaskan soal ini , coba tanya kenapa???

postingan Duladi tanggal 05 Juni 2007 10:55:32

menanggapi sebagian apa yang sudah saya sampaikan dan banyak dari tanggapannya yang menggunakan argumentasi daur ulang= argumentasi yang sudah ditanggapi!

dan dalam penutupnya terkesan seperti tidak ada kelanjutan =
apakah ini mengisyaratkan anda sudah merasa menanggapi/memperhatikan /menjawab argumentasi,pertanyaan dari Romadi??

dan dalam postingan selanjutnya tanggal 05 Juni 2007 11:02:58

sama sekali bukan lanjutan "soal topik sebelumnya" tetapi lebih mengarah kepada tanggapan kepada postingan-postingan Romadi yang menjawab tuduhan-tuduhan dari Duladi sebelumnya!

yang dalam penjelasan Romadi sebelumnya belum selesai,karena harus di tunda sementara waktu karena "Duladi" tidak siap berdiskusi dengan mengutamakan orientasi untuk menjawab/menjelaskan terlebih dahulu, dan ia justru berorientasi untuk membantah postingan-postingan Romadi sebelumnya!

dan dari penjelasan-penjelasan sebelumnya sangat jelas bahwa Duladi ingin "berpindah topik/tema" = sebagaimana yang sudah diisyaratkan sebelumnya yaitu pada postingan Tanggal tanggal 02 Juni 2007 18:08:33

Duladi menulis:

"Bila Anda sudah puas dengan jawaban ini, saya akan teruskan ke pembahasan berikutnya."

jelas kalau ia ingin membahas tema lain dengan "syarat yang dibuat sendiri" yaitu bahwa saya/Romadi sudah puas baru ketema lain!

tetapi faktanya saya sedang "mempertanyakan apakah Duladi sudah menanggapi semua postingan Romadi" = menunjukan bahwa Romadi belum puas,karena Duladi tidak bisa menjelaskan /menanggapi / membuktikan Bahwa Duladi sudah memberikan argumentasi yang lebih baik = tidak ada satupun argumentasi Romadi yang "sengaja dilompati"

jadi dalam hal ini tidak ada alasan untuk berganti kepembahasan soal lain terlebih dahulu!

tetapi selagi menunggu tanggapan berikutnya alangkah baiknya saya menanggapi salah satu "postingan Duladi" yang benar-benar baru yang akan saya tanggapi.

dan yang akan saya pilih adalah :SOAL TUDUHAN MEMBUAT AYAT PALSU KEPADA ROMADI.
*****

Romadi menulis

perhatikan baik-baik Matius 5:18
18. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum langit dan bumi lenyap, satu titik atau satu huruf terkecil pun dari Kitab Suci Taurat tidak akan ditiadakan sampai semuanya digenapi.
apakah jaman sekarang sudah melewati jaman langit dan bumi lenyap??

Jawab:

HAI ANAK SETAN! WAHAI ANAKKU ROMADI YG GOBLOK!
Kalau dalam debat-debat sebelumnya Anda dengan Sdr Robert sering mengungkit-ungkit masalah PEMALSUAN AYAT, maka kini KAMULAH ORANGNYA!

Hai BUDAK MUHAMMAD! Betapa kotor hatimu, dan tidak ada keinginan sedikit pun dari dirimu untuk mengerti kebenaran.

KELICIKANMU sama seperti Wahidin di Al-Islah.

Saya bisa menyimpulkan bahwa MEMANG SUDAH BEGITULAH WATAK PARA PENGIKUT ONTA ARAB! Penuh Kelicikan!

Tahukah kamu, Nak, di mana letak kesalahanmu?

Justru yang sedang kita perbincangkan di sini adalah permasalahan HUKUM TAURAT itu secara hakikat apa dan bagaimana.

Dan Adik Romadi malah berusaha membuat ayat palsu seolah Yesus berkata kalau satu titik pun dari “KITAB SUCI TAURAT” tidak akan ditiadakan!!!!!!!!!!

HAI ANAK IBLIS! Maukah kamu insyaf dan mengakui kesalahanmu?

Mengapa kamu menghakimi sobatku Robert, tapi kini kamu sendiri malah melakukannya?

Hai TIKUS TAK BERGUNA? Betapa pengecutnya dirimu dan betapa memalukannya dirimu!

Sudah berkali-kali saya jelaskan, bahwa KITAB TAURAT tidak sama dengan HUKUM TAURAT. Bagaimana dengan licik Anda malah mengarang ayat yang menuliskan “KITAB TAURAT”?

Siapa bilang Yesus mengatakan KITAB TAURAT tidak akan ditiadakan?

Kepada para pembaca, inilah ayat yang benar:

Matius 5:17-18
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan:
a) hukum Taurat
b) atau kitab para nabi.
Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”

Hukum Taurat merupakan bagian dari KITAB MUSA (KITAB TAURAT). Tidak seluruh isi KITAB TAURAT merupakan HUKUM TAURAT. Akan berbeda maknanya kalau kita mengganti kata-kata Yesus yg semula HUKUM TAURAT dengan KITAB TAURAT.

Dan melalui penelaahan yang jujur, kita tahu mana HUKUM TAURAT dan mana TRADISI KEAGAMAAN. Kita bisa mengetahui ini dari mempelajari MATIUS 15:4-6. Yesus dengan sangat tegas membedakan MANA PERINTAH TUHAN dan MANA ADAT-ISTIADAT YAHUDI.

Kemudian, KITAB PARA NABI yang dimaksud Yesus di sini adalah KITAB-KITAB NABI seperti Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Daniel, Hosea, Yoel, Yunus, Amos, Hagai sampai Maleakhi.

Kitab para nabi itu tidak sama dengan KITAB TAURAT. KITAB TAURAT adalah 5 Kitab Musa (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan).

Para Rasul dengan cukup jelas membedakan KITAB TAURAT dengan KITAB PARA NABI.

********

romadi menjawab

dalam hal ini Duladi menanggapi kutipan ayat yang saya sampaikan soal matius 5:18 penuh sumpah serapah,seakan-akan kutipan ayat tersebut adalah karangan Romadi,benarkah demikian??

sepertinya Duladi kembali sedang "MEMPERMALUKAN DIRI SENDIRI"

sebaiknya anda periksa ayat tersebut dalam "VERSI KITAB SUCI INJIL" atau yang sering disingkat dengan KSI

sama tidak dari apa yang saya sampaikan "huruf perhurufnya"???

adakah huruf-huruf yang sengaja ditambahkan/dirubah oleh Romadi???

dan semua bisa cek di alamat ini :
http://sabdaweb.sabda.org/passages/?o=0&version=ksi&p=matius+5%3A18&d=20&lang=indonesia&theme=clearsky

saya tidak perlu membalas umpatan Duladi,karena sesungguhnya dalam hal ini ia sedang menunjukan/memamerkan jatidirinya " YANG BERINGAS,BRUTAL,DAN KEKANAK-KANAKAN"

karena tanpa cek n recek ia sudah menuduh yang bukan-bukan kepada Romadi!

kenyataannya ayat yang saya sampaikan ada copy-paste dari www.sabda.org!

apakah Duladi menganggap bahwa www.sabda.org menyampaikan versi terjemahan Injil versi "ANAK SETAN,BUDAK AGAMA DLL"

UMPATAN-UMPATAN YANG SEPERTI ANDA LAKUKAN TERSEBUT MENUNJUKAN ORANG YANG DEKAT KEPADA TUHAN ATAU ORANG YANG BERJIWA IBLIS???

kalau anda coba membanding-bandingkan apa yang dilakukan Robert dengan apa yang saya lakukan jelas sangat berbeda, dalam hal ini saya hanya copy-paste terjemahan alkitab apa adanya = bagaimana bisa dituduh sebagai orang yang memalsukan ayat??

kasus robert membuat ayat palsu sangat jelas karena tidak ada satupun versi terjemahan alkitab yang sama dengan apa yang ia kutip!

maka sampai saat ini = sering saya ungkit-ungkit soal tersebut robert tidak berkutik karena tidak bisa membuktikan bahwa apa yang ia sampaikan tidak karangannya /tidak palsu!

tetapi dalam hal ini begitu saya membaca tanggapan anda saya justru kasihan dengan anda ,karena tuduhan anda tersebut sama saja anda sedang mempermalukan diri sendiri!

KASIHAN DULADI........ YANG HATINYA TERKUASAI OLEH IBLIS MEMBUAT IA GELAP MATA DALAM MEMBUAT TUDUHAN-TUDUHANNYA.......................AKHIRNYA JUSTRU MEMPERMALUKAN DIRI SENDIRI

SETUJUKAH ANDA KALAU SAMPAI TAHAP INI ANDA SUDAH KALAH TOTAL?? (saya ingin tahu standar kalah menang,dari orang yang berobsesi soal itu)




Sdr Duladi :: tanggal 16 Juni 2007 15:48:44

Dik Romadi,

Kalau Anda merasa bukan "anak setan", lalu kenapa memakai KSI?
Apa tujuanmu memakai terjemahan KSI?
Kenapa kamu tidak memakai terjemahan terbaru yang sudah disahkan oleh LAI?

Apa karena di dalam ayat itu ada kata-kata yang menguntungkanmu?

Coba kamu perhatikan, ya.

Dalam bahasa asli tidak tertulis "DARI KITAB SUCI TAURAT", melainkan hanya tertulis sebagai "DARI HUKUM ITU". Kata-kata "dari kitab suci Taurat" adalah tambahan dari penerjemah. Bahasa asli (Yunani) = NOMOS (nomou), bahasa Inggris = The Law.

Bandingkan dengan terjemahan-terjemahan lain yang ada:

18 (ENDE) Sesungguhnja Aku bersabda kepadamu: Hingga langit dan bumi akan lenjap tak satu jota atau titikpun akan hilang dari taurat sebelum segalanja terlaksana.
18 (BIS) Ingatlah! Selama langit dan bumi masih ada, satu huruf atau titik yang terkecil pun di dalam hukum itu, tidak akan dihapuskan, kalau semuanya belum terjadi!
18 (TL) Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sehingga langit dan bumi lenyap, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan lenyap daripada hukum Taurat itu sampai semuanya telah jadi.
18 (AV) For verily I say unto you, Till heaven and earth pass, one jot or one tittle shall in no wise pass from the law, till all be fulfilled.
18 (BBE) Truly I say to you, Till heaven and earth come to an end, not the smallest letter or part of a letter will in any way be taken from the law, till all things are done.
18 (RSV) For truly, I say to you, till heaven and earth pass away, not an iota, not a dot, will pass from the law until all is accomplished.
18 (IGNT) amhn gar legw umin ewv an parelyh o ouranov kai h gh iwta en h mia keraia ou mh parelyh apo tou nomou ewv an panta genhtai
18 (VULGATE) amen quippe dico vobis donec transeat caelum et terra iota unum aut unus apex non praeteribit a lege donec omnia fiant
18 (WH) amhn gar legw umin ewv an parelyh o ouranov kai h gh iwta en h mia keraia ou mh parelyh apo tou nomou ewv an panta genhtai

Terlepas dari masalah copy paste Anda sahih atau tidak sahih, tapi perlu saya pertanyakan di sini kenapa Anda memakai terjemahan yang aneh dan tidak lumrah seperti yang kita sering memakainya sebagai bahan diskusi? Kenapa kamu pilih KSI?

Bukankah yang sarat dengan nuansa "ingin menang dengan segala cara" adalah dirimu?


Sdr Romadi :: tanggal 16 Juni 2007 21:50:41

duladi menulis

Dik Romadi,

Kalau Anda merasa bukan "anak setan", lalu kenapa memakai KSI?
Apa tujuanmu memakai terjemahan KSI?
Kenapa kamu tidak memakai terjemahan terbaru yang sudah disahkan oleh LAI?

Apa karena di dalam ayat itu ada kata-kata yang menguntungkanmu?

Coba kamu perhatikan, ya.

Dalam bahasa asli tidak tertulis "DARI KITAB SUCI TAURAT", melainkan hanya tertulis sebagai "DARI HUKUM ITU". Kata-kata "dari kitab suci Taurat" adalah tambahan dari penerjemah. Bahasa asli (Yunani) = NOMOS (nomou), bahasa Inggris = The Law.

Bandingkan dengan terjemahan-terjemahan lain yang ada:

18 (ENDE) Sesungguhnja Aku bersabda kepadamu: Hingga langit dan bumi akan lenjap tak satu jota atau titikpun akan hilang dari taurat sebelum segalanja terlaksana.
18 (BIS) Ingatlah! Selama langit dan bumi masih ada, satu huruf atau titik yang terkecil pun di dalam hukum itu, tidak akan dihapuskan, kalau semuanya belum terjadi!
18 (TL) Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sehingga langit dan bumi lenyap, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan lenyap daripada hukum Taurat itu sampai semuanya telah jadi.
18 (AV) For verily I say unto you, Till heaven and earth pass, one jot or one tittle shall in no wise pass from the law, till all be fulfilled.
18 (BBE) Truly I say to you, Till heaven and earth come to an end, not the smallest letter or part of a letter will in any way be taken from the law, till all things are done.
18 (RSV) For truly, I say to you, till heaven and earth pass away, not an iota, not a dot, will pass from the law until all is accomplished.
18 (IGNT) amhn gar legw umin ewv an parelyh o ouranov kai h gh iwta en h mia keraia ou mh parelyh apo tou nomou ewv an panta genhtai
18 (VULGATE) amen quippe dico vobis donec transeat caelum et terra iota unum aut unus apex non praeteribit a lege donec omnia fiant
18 (WH) amhn gar legw umin ewv an parelyh o ouranov kai h gh iwta en h mia keraia ou mh parelyh apo tou nomou ewv an panta genhtai

Terlepas dari masalah copy paste Anda sahih atau tidak sahih, tapi perlu saya pertanyakan di sini kenapa Anda memakai terjemahan yang aneh dan tidak lumrah seperti yang kita sering memakainya sebagai bahan diskusi? Kenapa kamu pilih KSI?

Bukankah yang sarat dengan nuansa "ingin menang dengan segala cara" adalah dirimu?

******===*****

romadi menjawab

apakah dengan pertanyaan anda tersebut akhirnya anda mengakui bahwa tuduhan anda sebelumnya adalah tuduhan "orang kalap"??

apa yang salah dengan Versi KSI??

apakah terjemahan versi KSI adalah terjemahan dari "ANAK SYETAN"???

dan situs semacam www.sabda.org memuat terjemahan versi ANAK SYETAN???

kenapa sebelumnya anda tidak cek dahulu apa yang saya sampaikan sebelum anda mengumbar tuduhan(hoby anda) sehingga akhirnya anda mempermalukan diri sendiri = menunjukan betapa minimnya pengetahuan anda tentang "kitab anda sendiri"??

kalau benar bahwa soal penyebutan "KITAB" sebagai tambahan dari penerjemah maka
sekarang anda justru menjelaskan bagaimana "sikap para penerjemah" yang suka menambah-nambah terjemahan sesuai seleranya sendiri???

sekali lagi anda tidak sedang memberla diri tentang "keyakinan anda" tetapi justru semakin jelas membongkar sendiri "kebobrobokan" lingkungan anda!!
yang suka menambah=nambah dan mengurangi isi alkitab???

semakin jauh soal ini dibahas justru anda semakin mempermalukan diri sendiri!!

benarkah Al-kitab versi terjemahan KSI tidak termasuk terjemahan yang dianggap resmi oleh LAI (lembaga alkitab Indonesia)??

sebaiknya anda baca link disini yang menjelaskan tentang terjemahan versi KSI

http://www.sabda.org/sejarah/sejarah/ver_kitab_suci_injil.htm

dan akan saya copy paste bagian yang terpenting soal penjelasan terjemahan KSI

***
Dari: Prakata Kitab Suci Injil

Walaupun Kitab Suci Injil telah diterjemahkan ke dalam ribuan bahasa, naskah aslinya yang tertulis dalam bahasa Yunani tidak pernah berubah. Kitab Suci Injil terjemahan 1912 edisi kedua ini merupakan hasil pembaharuan dari edisi pertamanya, dan telah melewati proses pemeriksaan berulang kali oleh sebuah tim ahli bahasa Yunani dan bahasa Indonesia. Maksudnya ialah supaya setiap kata dan kalimat dalam bahasa Indonesia tidak melenceng dari arti dan maksud yang terdapat dalam bahasa aslinya. Karena Kitab Suci adalah sempurna dalam bahasa aslinya, teks bahasa Yunani sengaja disertakan dalam Kitab Suci edisi kedua ini, supaya Kitab Injil ini dapat dibaca dan dipelajari pula dalam bahasa aslinya.

[ Team LAI, 2000 ]

Referensi:

Team LAI. 2000. Kitab Suci Injil. Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta.
****

apakah penjelasan seperti itu belum cukup bahwa terjemahan versi KSI bukan "terjemahan LIAR"

bagaimana pengetahuan anda soal "intern agama anda" yang begitu minim!
anda lebih mengedepankan "emosional dan beringas" dalam menyikapi sesuatu persoalan!

apakah anda coba-coba membandingkan dengan kata "YUNANI" tersebut anda sedang menunjukan bahwa anda lebih pintar dari "penerjemah versi tersebut"?

sederhana saja apakah anda menguasai betul bahasa Yunani??

sedangkan penerjemah versi KSI tersebut jelas-jelas disebut oleh Team dari LAI adalah orang-orang yang ahli dalam bahasa Yunani!

bagaimana dengan anda???

maka dalam hal ini siapa yang pantas disebut ANAK SYETAN????
bukankah makian anda tersebut sangat cocok sekali buat anda yang lebih mengedepankan hawa nafsu/emosi yang merupakan "ciri-ciri" sebagai ANAK SETAN = pengikut IBLIS/SYETAN??

bagaimana dengan pertanyaan konfirmasi dari saya untuk anda sebelumnya???
kenapa anda tidak menjawab???

justru anda begitu terlihat "PANIK" dengan argumentasi yang sudah saya sampaikan sehingga anda "tak mampu mengontrol diri anda" sehingga bersikap kalap??

lagi-lagi dalam hal ini jelas bahwa ini merupakan bukti "KEKALAHAN ANDA"......



Sdr Romadi :: tanggal 17 Juni 2007 11:40:52

dari tanggapan Duladi lagi-lagi ia tidak mau menjawab pertanyaan dari saya....

apakah Duladi sudah menanggapi / memperhatikan argumentasi Romadi semua??
apakah Duladi setuju kalau sampai tahap ini sebenarnya ia sudah kalah total??(kriteria kalah dan menang)

lagi-lagi ia menjawab/menanggapi dengan tanggapan asal asalan sebagaimana tanggapan yang terakhir ini!

1. sebelumnya saya (ROMADI)menulis

kalau benar bahwa soal penyebutan "KITAB" sebagai tambahan dari penerjemah maka
sekarang anda justru menjelaskan bagaimana "sikap para penerjemah" yang suka menambah-nambah terjemahan sesuai seleranya sendiri???

sekali lagi anda tidak sedang memberla diri tentang "keyakinan anda" tetapi justru semakin jelas membongkar sendiri "kebobrobokan" lingkungan anda!!
yang suka menambah=nambah dan mengurangi isi alkitab???

Jawab:

Ah, itu biasalah.... sama kok dengan lingkungan Anda juga.
Apakah Anda menyangkal kalau para penerjemah kitab Anda tidak suka menambah-nambah sendiri kata-kata mereka? Apakah terjemahan Quran anda tidak ada kata-kata tambahan?

Bahasa asli kadangkala begitu minim kata, sehingga bila diterjemahkan ke dalam bahasa kita sendiri terkesan kurang afdol. Itulah sebabnya para penerjemah bahasa kadang-kadang menambahkan kata-katanya sendiri untuk maksud baik, agar supaya pembaca lebih mudah memahaminya. Tapi, kadangkala tambahan kata-kata itu bisa saja tidak tepat dan malah bisa disalahartikan oleh orang-orang yang tidak mengerti firman, contohnya Anda.
****==***

ROMADI MENJAWAB

ha...ha....ha... jelas sangat berbeda antara penerjemahan Kristen dan Islam!
dalam penerjemahan Al-Qur'an jelas sekali kata-kata seperti apa yang diterjemahkannya bagaimana dengan penerjemahan Al-Kitab?

teks versi yang mana yang diterjemahkan??

dan lebih konyol adalah anda menyimpulkan /menuduh bahasa asli dalam Al-Qur'an minim??

menunjukan betapa "TOLOLNYA" anda dalam hal persoalan bahasa Arab,karena soal perbendaharaan bahasa,bahasa Arab sangat kaya justru bahasa lain tersebutlah yang "minim" sehingga sering menerjemahkan bahasa tersebut perlu sekali dengan penjelasan, dan yang lebih penting karena tak mungkin bahasa satu ditranslite kebahasa lain!

dalam hal ini anda memaksakan diri untuk mengomentari soal terjemahan KSI tetapi kenapa anda tidak menjawab pertanyaan saya,apakah anda ahli dalam bahasa Yunani??

kalau anda tak ahli dalam hal tersebut bukan anda bersikap konyol???

sebelumnya anda "menuduh saya membuat ayat palsu tetapi setelah saya sampaikan secara konkrit bahwa apa yang saya sampaikan adalah ayat-ayat yang tercatat dari terjemahan dari LAI yang terbit paling terbaru!

dan kini anda menuduh penerjemah yang menambah-nambah?? rupanya minimnya pengetahuan anda tersebut anda jadi hoby menuduh ya??

hoby anda tersebut semakin mempermalukan diri sendiri saja!!

dan siapa dalam hal ini yang suka salah memahami teks alkitab??

bukankah anda sendiri yang begitu konyol karena minimnya pengetahuan sehingga menuduh orang lain membuat ayat palsu??

2. duladi menulis

Dan kini, terjemahan terbaru LAI sudah lebih disempurnakan sehingga mendekati makna bahasa aslinya:

Matius 5:18
Ingatlah! Selama langit dan bumi masih ada, satu huruf atau titik yang terkecil pun di dalam hukum itu, tidak akan dihapuskan, kalau semuanya belum terjadi!

Karena bahasa aslinya (Yunani) hanya menyebut kata "nomos (nomou)", yang artinya "THE LAW" atau "hukum itu", sama sekali tidak ada penyebutan kata "KITAB".

Kitab cakupannya lebih luas, sedangkan "hukum" adalah bagian dari isi kitab.

KSI adalah merupakan edisi revisi dari kitab Shellabear yg diterbitkan tahun 1912, dan bisa jadi penerjemahannya disesuaikan dengan pemahaman orang-orang pada waktu itu dan tampaknya kitab ini ditujukan kepada orang-orang non-Kristen. Dengan menonjolkan kata "KITAB", rupanya ini diadopsi dari ajaran kaum Muhammadisme, dan kepada kaum inilah kitab ini sengaja diterbitkan.

Dan perilaku Anda yang memakai terjemahan di luar kebiasaan adalah sebagai bentuk kelicikan Anda untuk membenarkan diri sendiri.

Saya baru tahu kalau Anda menggunakan KSI setelah Anda mengaku. Padahal selama kita berdiskusi terjemahan yang kita pakai adalah Terjemahan Baru dan BIS.

Saya tidak keberatan Anda pakai terjemahan apapun, tapi yang terpenting kita harus tetap berpegang pada bahasa asli.
****==****

romadi menjawab

ha...ha...ha... anda beralasan yang terbaru???
perhatikan betul keterangan yang sudah saya sampaikan!!
kenapa anda hanya melihat "versi KSI adalah merupakan edisi revisi dari kitab Shellabear yg diterbitkan tahun 1912"

mengapa anda hanya memperhatikan itu saja??

kenapa anda tidak memperhatikan edisi revisi tersebut terbit tahun berapa??

apakah menurut anda terjemahan baru dan versi BIS yang paling baru??

apakah anda "membutakan diri" terhadap penjelasan dari saya (yang saya ambil dari www.sabda.org)

sekali lagi perhatikan keterangan ini!!

1977 - Perjanjian Baru BIS edisi pertama diterbitkan dan diberi judul "Kabar Baik Untuk Masa Kini".
1978 - Edisi kedua dari Perjanjian Baru BIS atau Kabar Baik Untuk Masa Kini ini dikeluarkan.
1985 - Alkitab Kabar Baik Untuk Masa Kini diterbitkan.
1986 - Kabar Baik Untuk Anak-anak: Perjanjian Baru diterbitkan.
1997 - LAI menerbitkan revisi Perjanjian Baru dari Terjemahan Baru.

terjemahan versi BIS maupun terbit tahun 1977-1997!

sedangkan versi KSI terbit pada tahun 2000

apakah menurut anda tahun 2000 lebih awal dari terbitnya versi terjemahan yang anda inginkan terjemahan baru dan BIS??

sekali lagi anda memamerkan "KETOLOLAN"

soal harus mengacu kepada teks Yunani apakah anda tidak memperhatikan keterangan yang sudah saya sampaikan sebelumnya???

sekali perhatikan keterangan ini!!!
***
Kitab Suci Injil terjemahan 1912 edisi kedua ini merupakan hasil pembaharuan dari edisi pertamanya, dan telah melewati proses pemeriksaan berulang kali oleh sebuah tim ahli bahasa Yunani dan bahasa Indonesia. Maksudnya ialah supaya setiap kata dan kalimat dalam bahasa Indonesia tidak melenceng dari arti dan maksud yang terdapat dalam bahasa aslinya.
***

apa anda menutup mata keterangan ini?? karena hati anda sudah dikuasai oleh hawa Nafsu(perasaan takut kalah) dan lebih memilih membutakan diri pada keterangan orang lain???

3. duladi menulis

Dan perilaku Anda yang memakai terjemahan di luar kebiasaan adalah sebagai bentuk kelicikan Anda untuk membenarkan diri sendiri.

Saya baru tahu kalau Anda menggunakan KSI setelah Anda mengaku. Padahal selama kita berdiskusi terjemahan yang kita pakai adalah Terjemahan Baru dan BIS.

Saya tidak keberatan Anda pakai terjemahan apapun, tapi yang terpenting kita harus tetap berpegang pada bahasa asli.

Saya tidak keberatan juga untuk minta maaf kepada Anda karena telah menyebut "Anak Setan" (walau memang demikian kenyataannya). Lain waktu, Anda harus dengan jujur menampilkan sumbernya agar para pembaca tahu dari kitab apa Anda mengutip.

Semoga Dik Romadi juga bisa menerima dengan lapang dada, karena adanya kata-kata tambahan dari penerjemah itu bisa jadi karena mereka meniru perilaku para ulama Islam yang menerjemahkan Alquran.

*****==*****

romadi menjawab

ha...ha...ha.... diluar kebiasaan siapa?? bukankah anda selama ini hanya tahu soal versi terjemahan hanya itu saja?? dan beralasan dengan kebiasaan semua orang??

yang akhirnya anda menunjukan ketololan anda karena begitu mudahnya menuduh orang lain membuat ayat palsu?? karena persoalan kebodohan anda yang tidak mengetahui versi terjemahan lain??

soal terjemahan saja anda dua kali anda membuat kebodohan yang nyata!

1 menuduh Romadi membuat ayat palsu
2 menuduh versi KSI bukan terjemahan resmi LAI

kenyataanya semua tuduhan anda tidak sesuai dengan kenyataan!

apakah postingan saya sebelumnya mengexpos betul kata "Kitab" didalam argumentasi yang saya sampaikan??

kenyataanya gara-gara soal tersebut justru anda sendiri yang mengexpose mempermasalahkan soal "Kitab" dalam versi KSI!

jadi... dengan sikap keberatan soal tersebut anda sedang mengakui kalah?

persoalan utama saya ingin tahu apakah anda "bersikap minta maaf akan kesalahan" subtansinya adalah soal tuduhan membuat ayat palsu!!

sedangkan soal tuduhan "ANAK SYETAN" saya tidak terlalu penting karena soal tuduhan tersebut(sudah sering anda lakukan) yang sebenarnya anda sedang "menunjukan jati diri anda" yang seperti tuduhan anda,bahwa anda sendirilah yang "ANAK SETAN/PENGIKUT IBLIS"!!!

dan sekali lagi pembelaan diri anda "soal suka menambah dan mengurangi" meniru ulama Islam adalah tuduhan Konyol!!]

karena dalam terjemahan Al-QUr'an yang beredar dijelaskan tentang siapa-siapa (pribadi-pribadi)penerjemah dan teks bahasa aslinya!

= penerjemah Al-Qur'an siap dikoreksi oleh siapapun ,barangkali ada yang lebih ahli dalam bidang bahasa!

bagaimana dengan versi terjemahan AL-kitab?? apakah ada kejelasan soal tersebut??

jadi tuduhan anda adalah tuduhan orang "KALAP" saja !!




Sdr Duladi :: tanggal 17 Juni 2007 13:03:27

Ya ampun Dik, Anda rupanya sangat terobsesi sekali ingin disebut "PEMENANG" dalam debat ini. Sebenarnya yang kamu tuju itu apa? Mencari kesalahan agama atau mencari kesalahan saya?

Tujuan saya mengadakan debat denganmu ini adalah untuk menunjukkan ketololan agama kamu, bukan orangnya. Tapi motif kamu berbeda, justru yang kamu tuju adalah lawan debat, bukan agamanya.

Ketika saya memakai kata vulgar "Dukun" untuk Bileam, kamu terus mencecar mencari-cari cela untuk menyalahkan saya perihal istilah itu. Nah, apakah kamu pikir kalau Bileam bukan "juru tenung" alias "dukun" berarti Kristen salah? Apa hubungan istilah tersebut dengan kebenaran Kristen? Bukankah tujuan kamu hanya untuk mengulur-ulur waktu dan mencari-cari kesalahan saya secara pribadi bukan agamanya? Pikiran kamu perlu dilatih untuk bisa fokus kepada hal yang lebih penting daripada membahas hal yg kekanak-kanakan.

Kalau tujuan kamu cuma mencari-cari kesalahan lawan debat, sebenarnya sudah lama sekali kamu "KALAH".

Ingat sewaktu kamu membahas tentang "Yesus menyangkal dituduh anak haram"?
Kamu keliru dalam menafsirkan ayat Yoh 8:41, tapi saya tidak mempermalukanmu sebab tujuan saya bukan itu. Saya memang berniat membuat kamu KALAH dalam debat ini, tapi KALAH dalam arti agamanya yang "salah". Lawan debat bisa saja karena keterbatasannya melakukan kesalahan, tetapi agama tidak boleh salah. Itulah sebabnya saya tidak memperpanjang persoalan kebodohan kamu di topik tsb. Toh sesudah itu kamu sudah tidak mengungkit-ungkit lagi masalah tsb.

Ketika berdialog dengan Sdr Yusak pun, kamu mengutip (copy-paste) dari orang tanpa mengecek dahulu kebenarannya. Tapi sesudah link Yahudi yg kamu tunjukkan dicek oleh Sdr Yusak, ternyata link tersebut tidak membahas masalah yang kamu tuduhkan. Justru itu malah menunjukkan kebodohan dari si penulis artikel yang kamu kutip, dan kebodohannya itu menular juga padamu yang percaya begitu saja tanpa mengeceknya sendiri. Tapi apakah Sdr Yusak mempermalukan dirimu? Tidak. Sebab tujuan debat ini bukan untuk mencari kesalahan orang per orang, tapi membahas agamanya.

Tentang Terjemahan KSI yg menurut kamu terbaru
------------------------------------------------

Anggap saja terjemahan KSI memang terbaru dalam terbitan, tapi itu merupakan edisi revisi dari terjemahan kuno (1912) yang mana kitab tersebut diperuntukkan untuk kaum Anda. Sekalipun itu terbaru, tapi bila terjemahannya tidak sesuai dengan bahasa asli, tentu kita tetap harus merujuk pada terjemahan terbaru lain yang lebih sesuai.

Sekalipun KSI terbaru, tapi itu bukan terjemahan standar yang kami pakai dalam beribadah. KSI diterbitkan untuk kalangan Muslim, itulah sebabnya ditambahkan kata-kata bernuansa Muhammadis, seperti kata "KITAB". KSI = Kitab Suci Injil. Dalam bahasa aslinya tidak ada kata kitab. Sebenarnya saya tidak setuju dengan cara ini, tapi bisa jadi pihak LAI melakukan itu agar Kristianitas bisa diterima di kalangan Muslim tanpa perasaan alergi. Kitab-kitab lain yang juga diterbitkan untuk kalangan Islam adalah Kitab Zabur (Mazmur Daud). Terlepas dari cara-cara yang dipakai mereka, tetap kita tidak bisa menganggap sahih begitu saja terbitan terbaru bila ternyata isinya tidak sesuai dengan bahasa asli. Di mata saya, terbitan terbaru yang paling pas adalah BIS.

Kalau Anda menghina saya dengan mengatakan "apakah kamu seorang pakar bahasa Yunani?" Pertanyaan saya juga tertuju padamu apakah kamu pakar bahasa Ibrani sehingga bisa menafsirkan kata "almah" dengan "pelacur"? Terjemahan dari mana lagi ini?
Kalau kamu bisanya cuma copy-paste, betapa dungunya pikiranmu karena hanya bisa diperalat oleh antek-antek Arab tanpa melakukan cross-check & penyelidikan sendiri.

Saya memang bukan pakar bahasa asing. Saya merujuk pd software Sabda versi 2.0. Di situ ada tersedia kamus leksikon untuk bahasa Ibrani dan Yunani lengkap dengan penjelasannya. Setiap ayat akan ditampilkan nomor-nomor strong untuk menuju pada keterangan lengkapnya dalam kamus.

Kemudian kamu menulis:
1 menuduh Romadi membuat ayat palsu

Memang benar, kamu secara tidak langsung telah membuat ayat palsu.
Sebab kata-kata "kitab" tidak ada dalam bahasa aslinya.
Dan saya perlu bertanya kepada kamu: "Kenapa kamu pakai terjemahan KSI dan bukan terjemahan yang umum kita pakai di sini?"
Bukankah masalah Hukum Taurat dan Kitab Taurat sudah kita perbincangkan di sini, bahwa kedua hal itu tidak bisa dianggap sama, tetapi Anda malah dengan sengaja mengambil bahan-bahan yg dirasa menguntungkan Anda untuk menjatuhkan saya.
Apakah hanya karena itu terbitan LAI maka ide-ide kamu otomatis menjadi benar?
Ide-ide kamu adalah ide-ide dangkal yang sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan kebenaran Injil. Kamu masih perlu banyak belajar. Di setiap forum, Anda selalu berlagak seperti seorang PAKAR AGAMA KRISTEN, padahal pengetahuanmu hanya berasal dari copy-paste Saksi Jehova dan kristen-kristen bidah. Itulah sumber-sumbermu, dan itulah kekonyolanmu.

2 menuduh versi KSI bukan terjemahan resmi LAI

Sekalipun KSI secara harfiah terjemahan resmi LAI, tapi di mata saya kitab itu hanya sebagai kamuflase agar bisa diterima pihak Muslim saja. Ada beberapa istilah tambahan yang tidak lazim dalam dunia Kristen, termasuk kata-kata tambahan "KITAB SUCI TAURAT" dalam Matius 5:18 yang kamu idolakan itu.

Kemudian, kamu membela penerjemah Quranmu yang kamu katakan tidak ada kata-kata tambahan. Benarkah? Bahasa aslinya sendiri tidaklah jelas sehingga perlu mendapat kata-kata tambahan dari penerjemah.

Dan lagi, kamu mengatakah bahasa Arab adalah bahasa yang kaya makna. Bukankah ini konyol?

Dengan alasan seperti ini maka apapun bisa menjadi benar karena dibikin benar seolah-olah itu juga terjemahan kata yang kaya makna? Kalau sebuah kata memiliki jutaan makna, maka dipandang dari sudut keilmuan, ini sangat rentan terhadap kesalahan tafsir dan memungkinkan untuk mudah dimanipulasi. Kalau begitu, Bahasa Arab adalah bahasa paling buruk di dunia karena tidak ada kejelasan makna. Bahasa Arab adalah bahasa yang penuh tipu muslihat. Bisa saja kelihatannya A tapi maknanya B. Ini sangat buruk sekali.

Dalam hal science, tak ada seorang pun pakar yang memakai istilah Arabic. Mereka lebih suka menggunakan kata Latin atau Yunani, sebab bila menggunakan bahasa Arab, takutnya bisa bias makna dan di kemudian dapat menimbulkan kerancuan.

Tentang KALAH & MENANG

Topik yang sebenarnya belum kamu bahas, tapi kamu dengan membusungkan dada berkata, "Saya menang, Duladi telah berhasil aku kalahkan!"

Kalah-menang dalam debat ini bukan tentang 'kesalahan bicara' lawan debat, tapi bagaimana kita bisa membuktikan ketidakbenaran agama yg kita bahas. Dalam hal ini yang kita bahas adalah ISLAM, bukan Kristen.

Bila yang dijadikan tolok ukur adalah kekeliruan-kekeliruan pribadi, maka sebenarnya kamu sudah lama KALAH dalam setiap diskusi. Dahulu ketika di Al-Islah, kamu menyebut 5 kitab Musa saja keliru, dan kini keliru pula dalam menafsirkan ayat Yoh 8:41. Ketika berdiskusi dengan Sdr Yusak pun kamu dengan sangat memalukan memberikan referensi situs yang justru menyangkal ide-idemu sendiri. Tapi kenapa semua hal itu tidak kami ekspos besar-besaran untuk mempermalukan kamu di forum ini, atau memaksa kamu mengakui bahwa kamu TELAH KALAH karena telah melakukan kesalahan pribadi? Tidak. Karena tujuan kita bukan membahas kesalahan pribadi, tapi membahas ajaran agamanya.

Semoga Dik Romadi lebih dewasa dalam berpikir. Tirulah Sdr Daud Ibrahim dan Sdr Abdann, bagaimana pola dan gaya berpikir mereka.

Syalom.



Sdr Romadi :: tanggal 17 Juni 2007 14:29:19

1. duladi menulis

Ya ampun Dik, Anda rupanya sangat terobsesi sekali ingin disebut "PEMENANG" dalam debat ini. Sebenarnya yang kamu tuju itu apa? Mencari kesalahan agama atau mencari kesalahan saya?

Tujuan saya mengadakan debat denganmu ini adalah untuk menunjukkan ketololan agama kamu, bukan orangnya. Tapi motif kamu berbeda, justru yang kamu tuju adalah lawan debat, bukan agamanya.
*****

romadi menjawab

ha...ha....ha,.... apakah anda lupa dengan tulisan anda sendiri sebelumnya??
sebagai pembuka debat ini?? bahwa tuduhan pertama anda adalah kepada saya,soal kemampuan?? dan saya membalikan tuduhan anda tersebut bahwa sesungguhnya tuduhan tersebut lebih cocok kepada anda sendiri???

kemudian anda membuat ruang khusus ini???

jadi kalau anda terobsesi menunjukkan kesalahan agama saya bukankah itu sama saja anda membuktikan bahwa andalah yang hanya mampu mencari-cari kesalahan agama orang lain tetapi tidak mampu menjelaskan agama sendiri benar???

dan anda berlagak sok tidak menyerang pribadi/lawan debat?? berapa kali saya harus mengingatkan anda bahwa anda melanggar aturan yang anda buat sendiri,yang tidak memperbolehkan menyerang pribadi???

kenapa anda begitu terbongkar ketololan anda anda "ingat aturan"?
dan siapa yang mengawali dengan memaki "pribadi"???

apakah sebelum forum ini "tidak bisa dibuka" saya menyerang pribadi anda??

apakah forum ini dibuka kembali harus ditekan sedemikian dahulu??? = tidak berdasarkan kesadaran sendiri perlunya forum ini?? = mau menutupi malu??

apakah sampai saat ini ada penjelasan di forum ini ,kenapa harus "ditutup sementara"??

apakah penjelasan harus dituntut dahulu baru dijelaskan??

2. Ketika saya memakai kata vulgar "Dukun" untuk Bileam, kamu terus mencecar mencari-cari cela untuk menyalahkan saya perihal istilah itu. Nah, apakah kamu pikir kalau Bileam bukan "juru tenung" alias "dukun" berarti Kristen salah? Apa hubungan istilah tersebut dengan kebenaran Kristen? Bukankah tujuan kamu hanya untuk mengulur-ulur waktu dan mencari-cari kesalahan saya secara pribadi bukan agamanya? Pikiran kamu perlu dilatih untuk bisa fokus kepada hal yang lebih penting daripada membahas hal yg kekanak-kanakan.

Kalau tujuan kamu cuma mencari-cari kesalahan lawan debat, sebenarnya sudah lama sekali kamu "KALAH".

Ingat sewaktu kamu membahas tentang "Yesus menyangkal dituduh anak haram"?
Kamu keliru dalam menafsirkan ayat Yoh 8:41, tapi saya tidak mempermalukanmu sebab tujuan saya bukan itu. Saya memang berniat membuat kamu KALAH dalam debat ini, tapi KALAH dalam arti agamanya yang "salah". Lawan debat bisa saja karena keterbatasannya melakukan kesalahan, tetapi agama tidak boleh salah. Itulah sebabnya saya tidak memperpanjang persoalan kebodohan kamu di topik tsb. Toh sesudah itu kamu sudah tidak mengungkit-ungkit lagi masalah tsb.

*****==***

romadi menjawab

persoalan utamanya adalah mengungkap kedangkalan analisa anda saja yang memahami bahwa persoalan jauh dari konteks yang sebenarnya!

jadi dalam memahami yang sederhana saja (kitabnya sendiri) payah pemahamannya bagaimana ia layak menilai "agama orang lain"!

jadi dalam hal ini saya justru menggali lebih jauh setiap tema /persoalan agar jelas!
jadi kalau anda menganggap bahwa kupasan lebih jauh adalah kekanak-kanakan maka sama saja anda memberi bukti bagaimana kemampuan anda yang payah dalam memahami sesuatu!!

dan sepertinya anda tidak menanggapi pertanyaan saya tetapi justru semakin "kalap" hingga harus cari-cari alasan ingin menunjukan anda tidak kalah,sehingga soal anda menyeret-nyeret persoalan lain??

soal Yesus anak Haram siapa yang lari soal diskusi tersebut???

bukankah anda sendiri yang lari karena anda tak mampu melanjutkan maka kemudian sdr Yusak yang melanjutkan??

bagaimana anda bisa menyimpulkan saya keliru?? bukankah yang saya sampaikan adalah artikel dari Sabda.org??

dan dalam hal ini seakan-akan diskusi tersebut antara Romadi dan Duladi,sedangkan kalau kita baca dithread bersangkutan diskusi tersebut,yang membantah soal Yohanes 8:41 adalah sdr Yusak bukan Duladi!
'
apakah dengan tulisan anda tersebut anda sedang membongkar kedok sendiri bahwa DULADI = YUSAK???

kalau anda merasa punya argumentasi lain kenapa soal tersebut justru anda yang tidak mau melanjutkan???

maka sekali lagi tuduhan anda tersebut membuktikan bahwa anda hoby :MALING TERIAK MALING!

JADI KALAU ANDA MENGANGGAP SUDAH MENGALAHKAN SAYA MUNGKIN DALAM DUNIA MIMPI DAN KHAYALAN ANDA SEDANGKAN DUNIA NYATA SANGAT BERBEDA!

BERAPA TEMA ANDA YANG HARUS LARI DARI DEBAT SAMA SAYA??(sehinggap soal melanjutkan diskusi ini saja harus dipaksa untuk mengaktifkan forum kembali)

bersambung



Sdr Duladi :: tanggal 17 Juni 2007 14:40:19

Kamu menulis:

apakah sebelum forum ini "tidak bisa dibuka" saya menyerang pribadi anda??

apakah forum ini dibuka kembali harus ditekan sedemikian dahulu??? = tidak berdasarkan kesadaran sendiri perlunya forum ini?? = mau menutupi malu??

apakah sampai saat ini ada penjelasan di forum ini ,kenapa harus "ditutup sementara"??

apakah penjelasan harus dituntut dahulu baru dijelaskan??

Jawab:

Apa kamu sudah buka link yg saya tunjukkan ke kamu lewat email?



Sdr Duladi :: tanggal 17 Juni 2007 14:51:19

Kamu menulis:

soal Yesus anak Haram siapa yang lari soal diskusi tersebut???

Jawab:

Baik. Jawab dulu.
Kamu salah atau benar bila mengatakan dalam Yoh 8:41 Yesus telah menyangkal tuduhan orang Yahudi kepadanya sebagai anak Haram?

Jangan melempar tanggung jawab kepada Sabda.org.
Anda yang mengutip, haruslah Anda yang bertanggung jawab.

Apakah bila kamu diperintah bunuh, setelah kamu membunuh, kamu lepas dari tanggung jawab?

Yang perlu juga saya pertanyakan:
Kenapa kamu gemar copy-paste tanpa mengecek dulu kebenarannya?

Kemudian, apakah karena Sdr Yusak yg menjawab, berarti Anda lepas dari tanggung jawab kekeliruan tuduhan Anda itu?

Bila saya atau Sdr Yusak mengikuti metodemu, kamu sudah kalah!
Tapi lihat, dia sama sekali tidak mengungkit-ungkit hal itu, karena dia tahu, masalah yang dibahas bukan masalah pribadi.

Saya sebenarnya tidak ingin memperpanjang masalah ini, kalau kamu tidak memulainya lebih dulu.



Sdr Romadi :: tanggal 17 Juni 2007 23:10:18

sebenarnya saya ingin melanjutkan postingan saya sebelumnya yang belum selesai tetapi seperti biasa Duladi suka "memotong penjelasan orang lain"


sebelumnya romadi menulis:

apakah sebelum forum ini "tidak bisa dibuka" saya menyerang pribadi anda??

apakah forum ini dibuka kembali harus ditekan sedemikian dahulu??? = tidak berdasarkan kesadaran sendiri perlunya forum ini?? = mau menutupi malu??

apakah sampai saat ini ada penjelasan di forum ini ,kenapa harus "ditutup sementara"??

apakah penjelasan harus dituntut dahulu baru dijelaskan??

Jawab:

Apa kamu sudah buka link yg saya tunjukkan ke kamu lewat email?

*****===****

romadi menjawab

apakah saat anda menunjukan alamat link tersebut,setelah ditekan atau kesadaran sendiri menjelaskan lewat halaman depan situs ini?? = informasi tersebut buat semua pembaca?

atau anda menjawab lewat email setelah ditekan dan dikejar sampai forum lain(einjil) baru menjelaskan???

sudahkah anda menjelaskan persoalannya diforum ini??
apakah saat saya kejar di forum einjil anda menjawab persoalan tidak aktifnya forum ini?
kenapa anda hanya menjawab lewat email? bukankah yang aktif diforum ini bukan saya pribadi saja??

soal pertanyaan anda sudahkah saya membuka link yang anda referensikan? saya sudah membukanya tetapi tak ada penjelasan secara spesifik forum ini "tidak aktif",

dalam hal ini saja anda kembali "melanggar" apa yang pernah anda katakan sendiri(itu kebiasaan/hoby anda)

apa yang anda langgar dengan pernyataan anda sendiri??

perhatikan tulisan anda sendiri sebelumnya!
***
Ya wis, ya wis. Dik Romadi, maaf deh.... ! Sebenarnya sih dalam berdiskusi tidak boleh tergesa-gesa. Baca dulu sampai tuntas, baru kemudian kita menulis untuk menanggapi komentar lawan diskusi. Kalau tergesa-gesa hasilnya ya seperti ini, menanggapi sepenggal-sepenggal tidak tahu kalau di bagian bawah postingan lawan diskusinya ternyata sudah dibahas.

Karena Anda menganggap saya suka maksa, ya wis.....! Saya akan tunggu komentar-komentar Anda sampai habis, sampai tak ada kata-kata “bersambung” baru saya akan tanggapi.

Mungkin saja dalam 4-5 hari ini saya akan ke luar kota. Nah, ini kan kesempatan yg baik buat Dik Romadi buat mikir dan membaca sampai tuntas. Oke?
*****
apakah dalam hal ini "mata anda" tak mampu membaca postingan saya sebelumnya yang tertulis "BERSAMBUNG" atau anda tahu kalau ada tulisan bersambung tetapi anda lupa dengan apa yang anda tulis sebelumnya??

dan benarkah setelah anda mempostingkan tulisan anda diatas anda "keluar kota" = tidak aktif diforum ini??

dan kenyataannya semua argumentasi anda sebelum postingan tersebut sudah saya tanggapi /perhatikan semua !!

BAGAIMANA DENGAN ANDA?? APAKAH ANDA SUDAH MEMPERHATIKAN/ MENANGGAPI POSTINGAN ROMADI SEMUA??? (kenapa pertanyaan yang sederhana ini anda tidak menjawab)

jadi semakin membuktikan bahwa anda adalah orang yang tidak konsisten dengan pernyataan anda sendiri!

tetapi subtansi utama yang saya sampaikan (yang anda kutip) adalah bahwa andalah yang begitu hoby menyerang pribadi tetapi begitu diserang balik maka kemudian bersikap kalap!
menganggap orang lain menyerang pribadinya bukan pada persoalan!
karena kalau anda orang yang berkosentrasi pada argumentasi maka tidak perlu anda "ngamuk-ngamuk mengumbar tuduhan bahwa ayat yang saya sampaikan palsu" kenyataannya bahwa ayat yang saya sampaikan benar-benar ada/ bukan buatan Romadi,tetapi terbitan LAI!

jadi dalam diskusi saya bisa bersikap "baik" tetapi kenyataanya anda sendirilah yang tidak bisa berdiskusi dengan baik!

maka saya coba kembali bersikap "GALAK" kepada anda,dan seperti biasa setelah saya bersikap galak anda ingat dengan penyakit alergi anda,yaitu tidak mau diserang tentang pribadi anda!

jadi lagi-lagi "coba galak" berhasil membuka bagaimana tidak konsistenan anda!!

bersambung




Sdr Romadi :: tanggal 17 Juni 2007 23:19:38

Romadi menulis

menulis:

soal Yesus anak Haram siapa yang lari soal diskusi tersebut???

Jawab:

Baik. Jawab dulu.
Kamu salah atau benar bila mengatakan dalam Yoh 8:41 Yesus telah menyangkal tuduhan orang Yahudi kepadanya sebagai anak Haram?

Jangan melempar tanggung jawab kepada Sabda.org.
Anda yang mengutip, haruslah Anda yang bertanggung jawab.

Apakah bila kamu diperintah bunuh, setelah kamu membunuh, kamu lepas dari tanggung jawab?

Yang perlu juga saya pertanyakan:
Kenapa kamu gemar copy-paste tanpa mengecek dulu kebenarannya?

Kemudian, apakah karena Sdr Yusak yg menjawab, berarti Anda lepas dari tanggung jawab kekeliruan tuduhan Anda itu?

Bila saya atau Sdr Yusak mengikuti metodemu, kamu sudah kalah!
Tapi lihat, dia sama sekali tidak mengungkit-ungkit hal itu, karena dia tahu, masalah yang dibahas bukan masalah pribadi.

Saya sebenarnya tidak ingin memperpanjang masalah ini, kalau kamu tidak memulainya lebih dulu.

*****==****

romadi menjawab

ha...ha...ha.... bukankah soal Yesus anak Haram ada ruang khusus?
kenapa anda masukan diruang ini?? ingin mengalihkan perhatian karena anda tidak mau menjawab soal APAKAH ANDA SUDAH MENANGGAPI / MEMPERHATIKAN ARGUMENTASI ROMADI???

ATAU ANDA TAKUT KARENA KALAU DIMASUKAN DITHREAD YANG BERSANGKUTAN ANDA KETAHUAN "KEDOKNYA" BAHWA ANDALAH YANG LARI????

YANG SANGAT ANEH ANDA MENGATAKAN BAHWA SAYA YANG MEMULAI DULU (mengungkit-ungkit soal itu)

bagaimana anda bisa mengatakan itu kenyataannya anda sendiri yang mengungkit-ungkit soal tersebut ketika di tanyakan apakah duladi setuju kalau ia kalah??

dan anda mengungkit-ungkit persoalan lama(yang niatnya ingin mempermalukan/menyerang pribadi romadi tetapi kenyataanya anda mempermalukan diri sendiri)

sekali lagi kalau anda mau mendiskusikan soal tersebut dithread yang bersangkutan!

dithread ini kewajiban anda adalah menjelaskan/menjawab terlebih dahulu apakah anda sudah menanggapi / memperhatikan semua argumentasi romadi atau belum!

bersambung




Sdr Romadi :: tanggal 18 Juni 2007 00:36:52

DULADI MENULIS

Tentang Terjemahan KSI yg menurut kamu terbaru
------------------------------------------------

Anggap saja terjemahan KSI memang terbaru dalam terbitan, tapi itu merupakan edisi revisi dari terjemahan kuno (1912) yang mana kitab tersebut diperuntukkan untuk kaum Anda. Sekalipun itu terbaru, tapi bila terjemahannya tidak sesuai dengan bahasa asli, tentu kita tetap harus merujuk pada terjemahan terbaru lain yang lebih sesuai.

Sekalipun KSI terbaru, tapi itu bukan terjemahan standar yang kami pakai dalam beribadah. KSI diterbitkan untuk kalangan Muslim, itulah sebabnya ditambahkan kata-kata bernuansa Muhammadis, seperti kata "KITAB". KSI = Kitab Suci Injil. Dalam bahasa aslinya tidak ada kata kitab. Sebenarnya saya tidak setuju dengan cara ini, tapi bisa jadi pihak LAI melakukan itu agar Kristianitas bisa diterima di kalangan Muslim tanpa perasaan alergi. Kitab-kitab lain yang juga diterbitkan untuk kalangan Islam adalah Kitab Zabur (Mazmur Daud). Terlepas dari cara-cara yang dipakai mereka, tetap kita tidak bisa menganggap sahih begitu saja terbitan terbaru bila ternyata isinya tidak sesuai dengan bahasa asli. Di mata saya, terbitan terbaru yang paling pas adalah BIS.
*****==****

ROMADI MENJAWAB

apakah karena persoalan ada kata Kitab anda tidak mau terima terjemahan versi KSI?

dan anda menganggap bahwa versi KSI ditujukan untuk kalangan Muslim.

apakah kesimpulan anda tersebut berdasarkan ada penjelasan seperti itu dari LAI(sebagai penerbit) atau hanya asumsi pribadi anda saja??

anda menganggap bahwa terbitan yang terbaru adalah BIS? benarkah?

bagaimana soal 2 tawarikh 34:14 (yang sebelumnya anda jadikan argumentasi dithread lain)

versi terjemahan BIS

Pada waktu uang sumbangan itu dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, Hilkia menemukan buku Hukum TUHAN, yaitu hukum-hukum yang diberikan Allah kepada Musa.

dalam versi BIS sangat jelas bahwa buku/kitab Tuhan = HUKUM-HUKUM yang diberikan kepada Musa!

apakah anda akan menyangkal ayat ini???

soal tuduhan romadi membuat ayat palsu, anda beralasan

duladi menulis

Memang benar, kamu secara tidak langsung telah membuat ayat palsu.
Sebab kata-kata "kitab" tidak ada dalam bahasa aslinya.
Dan saya perlu bertanya kepada kamu: "Kenapa kamu pakai terjemahan KSI dan bukan terjemahan yang umum kita pakai di sini?"
*****==****

apakah yang menyertakan versi terjemahan lain sama saja dengan membuat ayat palsu??

bagaimana postingan anda sebelumnya?

Sdr Duladi :: tanggal 16 Juni 2007 15:48:44

Bandingkan dengan terjemahan-terjemahan lain yang ada:

18 (ENDE) Sesungguhnja Aku bersabda kepadamu: Hingga langit dan bumi akan lenjap tak satu jota atau titikpun akan hilang dari taurat sebelum segalanja terlaksana.
18 (BIS) Ingatlah! Selama langit dan bumi masih ada, satu huruf atau titik yang terkecil pun di dalam hukum itu, tidak akan dihapuskan, kalau semuanya belum terjadi!
18 (TL) Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sehingga langit dan bumi lenyap, satu noktah atau satu titik pun sekali-kali tiada akan lenyap daripada hukum Taurat itu sampai semuanya telah jadi.
****

apakah anda dalam hal ini hanya menyampaikan terjemaham versi terjemahan baru dan BIS saja???

kenyataannya anda mempostingkan versi lain juga !

apakah anda juga secara tidak langsung membuat ayat palsu??


bersambung



Sdr Duladi :: tanggal 18 Juni 2007 13:23:45

Kamu menulis:

apakah saat anda menunjukan alamat link tersebut,setelah ditekan atau kesadaran sendiri menjelaskan lewat halaman depan situs ini?? = informasi tersebut buat semua pembaca?
atau anda menjawab lewat email setelah ditekan dan dikejar sampai forum lain(einjil) baru menjelaskan???

Jawab:

Kamu tidak usah sok menggurui saya. Tak usahlah kamu mendikte saya.
Toh masalah down-nya server sudah kerap terjadi.

Saya sudah kasih link ke forum server tapi tampaknya kamu nggak ngerti bahasa Inggris. Itu urusan kamu, tapi jangan mengumbar fitnah ke mana-mana.

Sekali lagi kamu coba-coba membuat kata-kata yang berlagak mendikte saya akan minta Admin menghapus tulisan kamu.

Kamu menulis:

ha...ha...ha.... bukankah soal Yesus anak Haram ada ruang khusus?
kenapa anda masukan diruang ini?? ingin mengalihkan perhatian karena anda tidak mau menjawab soal APAKAH ANDA SUDAH MENANGGAPI / MEMPERHATIKAN ARGUMENTASI ROMADI???

JAWAB:

Jangan kayak anak kecil!
Apakah menjawab pertanyaanmu itu lebih penting daripada urusan agama yang kita bahas?

Ini bukan tentang membahas siapa yang lari atau siapa yang menjawab.
Tapi jawab dulu:
Kamu salah atau benar bila mengatakan dalam Yoh 8:41 Yesus telah menyangkal tuduhan orang Yahudi kepadanya sebagai anak Haram?

Jangan mengelak!!!

Kalau bicaramu masih plintat-plintut diskusi akan saya akhiri saja. Sebab tampaknya diskusi dengan kamu sangat sia-sia dan buang-buang waktu saja.

Saya keliru telah memilih kamu, karena saya sedang berdiskusi dengan ANAK KECIL.

Kamu menulis:

versi terjemahan BIS
2 tawarikh 34:14
Pada waktu uang sumbangan itu dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, Hilkia menemukan buku Hukum TUHAN, yaitu hukum-hukum yang diberikan Allah kepada Musa.
dalam versi BIS sangat jelas bahwa buku/kitab Tuhan = HUKUM-HUKUM yang diberikan kepada Musa!

JAWAB:

Jangan mengalihkan perhatian kepada kitab Perjanjian Lama. Yang kamu bahas adalah Matius 5:18. Zaman sudah berubah!

Kamu menulis:

apakah anda dalam hal ini hanya menyampaikan terjemaham versi terjemahan baru dan BIS saja???
kenyataannya anda mempostingkan versi lain juga !
apakah anda juga secara tidak langsung membuat ayat palsu??

JAWAB:

Kamu tidak mengerti juga, Nak!
Masalah pokok bukan pada pemakaian terjemahan lain!
Tapi kelicikanmu yang memakai terjemahan tak lazim itu tanpa menyertakan sumbernya.
Dan yg lebih penting lagi, kita harus berpegang pada bahasa aslinya.
KSI & Kitab Zabur memang diperuntukkan untuk kalangan Muslim. Jadi wajar-wajar saja bila dalam terjemahannya ada tambahan kata-kata yang sebenarnya tak ada dalam bahasa aslinya, yang apabila dimaknai lebih mendalam hal itu malah menimbulkan salah pengertian. Sikap kamu yang seperti tikus korap yang tidak berani memakai terjemahan yang umum tapi malah menggunakan terjemahan itu yang perlu dipertanyakan!

Jangan karena itu terbitan LAI terus kamu sangka kamu menjadi benar.
Yang kita pegang adalah bahasa aslinya, bukan terjemahannya, apalagi bila terjemahan itu memang diperuntukkan untuk manusia-manusia berotak dangkal sekelas Muslim, perlu dicermati lebih mendalam.


Sdr Admin :: tanggal 18 Juni 2007 13:33:09

Kepada kedua netter: Romadi dan Duladi,

Diskusi ROMADI vs DULADI kami hentikan karena tampaknya sudah mulai melenceng dari harapan semula.

DULADI penuh emosi, sementara lawan debatnya tampaknya masih anak-anak.

Karena diskusi ini tidak sehat, diskusi kami tutup.

Semua postingan yang masuk ke ruang ini akan dihapus tanpa melalui Tong Sampah.

Demikian pemberitahuan dari Admin.


Sdr Romadi :: tanggal 18 Juni 2007 21:04:27

admin /Duladi menulis



(1) "DULADI penuh emosi, sementara lawan debatnya tampaknya masih anak-anak."

*)Ini menunjukkan Admin mulai menghina pribadi netter. Sangat bertolak belakang dengan anjuran agar jangan menghina/menyerang pribadi netter.

(2) "Karena diskusi ini tidak sehat, diskusi kami tutup."

sdr Daud Ibrahim menanggapi

*)Tunjukkan tulisan yang tidak sehat itu? Ataukah ini langkah Admin untuk menolong Duladi yang mulai kesulitan dalam memberikan jawaban? Seharusnya Admin memberikan WARNING kepada kedua netter jika melenceng dari arah diskusi yang benar. Bukan malah mau menutup seluruh postingan dalam topik tersebut.

Saran: Perdebatan Romadi Versus Duladi perlu dilanjutkan. namun jika perdebatan sebelumnya memang dianggap sudah tidak sesuai harapan, perlu dibikin topik baru yang saya harapkan bisa lebih terarah.


Salam
***+++***
romadi komentar

buat admin ... kenapa anda menghentikan ruang tersebut dengan alasan yang dicari-cari?

kalau anda sejak awal menjadi wasit,kenapa sejak awal sering saya sampaikan bahwa Duladi/ anda sendiri sering melanggar aturan yang dibuat??

dan sama sekali apa yang saya sampaikan tidak ada tanggapan sama sekali??

yang sebelumnya saya berusaha untuk bersikap "argumentatif"

tetapi setelah forum ini ditutup sementara,dan saya coba-coba kembali "Galak" kenapa anda langsung menutup debat tersebut???

disaat saya ingin tahu jawaban dari Duladi ,apakah ia sudah memperhatikan semua argumentasi dari Romadi kenapa harus ditutup??

semalam saya ingin menyelesaikan postingan saya,tetapi forum ini langsung "tidak bisa aktif "??

dan setelah sekaarang saya lihat aktif ; ada pengumuman bahwa debat tersebut ditutup??

apakah ini sebuat pernyataan menyerah???

pernyataan dari Duladi yang kesekian kalinya!

di forum al-islah duladi mengaku tidak mau lagi debat dengan romadi!
setelah buat situs membuat undangan / tantangan debat secara fair (katanya) yang akan di sebarkan di 4 forum yang berbeda (kalau romadi tidak mau melayani/masuk di forum ini)


tetapi kenapa saat ditanggapi tantangannya "hanya dengan waktu 2 hari" duladi mengaku tidak mau debat lagi dengan Romadi!

dan kemudian hanya waktu sekitar satu minggu kemudian, forum ini tidak aktif = semua postingan Romadi selama hampir 1 minggu hilang semua!

dan kemudia forum ini aktif kembali... dan Duladi membuat tantang baru!
debat satu lawan satu!

tetapi hanya sekitar satu bulan lebih sedikit forum ini kembali tidak aktif!

dan harus dikejar ke forum einjil dan ke emailnya untu berani membuka forum kembali tanpa ada postingan yang hilang!

kalau Duladi tidak mau membuka forum kembali maka itu merupakan "pengakuan menyerah"!

setelah dipaksa demikian ,forum ini aktif kembali!

tetapi kenapa saat-saat penting forum ini kemudian ditutup???

dan menuduh Romadi kekanak-kanakan???

dengan alasan apa tuduhan tersebut??

apa karena mempertanyakan soal kalah menang???
bukankah soal kalah menang adalah motivasi Duladi (seperti penjelasan-penjelasan sebelumnya saat menantang debat pakai taruahan)???

dan saya anggap keinginan tersebut adalah keinginan kekanak-kanakan??
kalau saya ingin tahu soal kalah menang sekali lagi saya ingin tahu pendapat dari orang yang terobsesi "kalah menang" dengan bukti-bukti kongkrit perdebatan yang sudah berjalan!
tetapi disaat saya "meminta penjelasan" kenapa ditanggapi dengan ditutup debat tersebut??
siapa yang kekanak-kanakan dan emosional??

apakah ditutupnya forum semalam,disaat saya sedang online bukan sikap kekanak-kanakan dan emosional???

apakah anda akan beralasan bahwa terputusnya dari "pusat"??? bukan dari keinginan pribadi anda untuk menghalang-halangi saya menyelesaikan tanggapan???

apakah dengan kritikan-kritikan seperti ini anda akan kembali menutup forum ini??

dan dalam hal ini siapa sebenarnya yang "PENGECUT"??? sebagaimana anda menuduh romadi sebelumnya ??

sangat benar sekali apa yang disampaikan sdr Daud Ibrahim bahwa ditutupnya debat tersebut untuk menyelamatkan muka sendiri(Duladi) karena kalau dilanjutkan ia benar-benar akan meyaksikan mukanya yang babak belur!!

sikap penyelamatan tersebut apakah sikap gentleman atau PENGECUT????

semua pilihan tersebut terserah anda,apakah anda ingin menjadi orang yang gentleman atau pengecut!!

kalau gentleman buka kembali perdebatan Romadi dan Duladi hingga tuntas!
kalau anda sebelumnya membuat aturan,tegakkanlah aturan yang anda buat terutama untuk diri sendiri dahulu(untuk memberi contoh sebagai orang yang patuh pada aturan yang dibuat sendiri)

sebelumnya saya bisa membuktikan bahwa saya mampu jadi netter yang taat aturan,tetapi setelah tuduhan membuat ayat palsu( sebenarnya saat itu masih bisa menahan diri) tetapi setelah memberi bukti-bukti bahwa saya jauh sekali dari tuduhan tersebut tidak begitu lama forum ini tidak bisa diakses!!

jadi dalam hal ini tak ada alasan yang bisa dibenarkan menutup perdebatan ROMADI VS DULADI, tetapi itu kalau menginginkan forum ini forum yang fair!

forum yang dikelola orang gentleman yang bukan PENGECUT!!!

wassalam

romadi


--------------------------------------------------------------------------------



Tanggal 19 Juni 2007 19:40:58
di topik : Ruang Khusus untuk Saran, Kritik dan Pemberitahuan
Admin menulis

Buat Romadi,

Berdiskusilah secara benar, tidak bertele-tele dan fokuslah pada topik.
Bila Anda tidak bisa mengubah gaya postingan Anda, Anda akan kami cekal.

Semoga saran kami diperhatikan dengan baik.

Salam.

****==****

romadi menjawab

sebaiknya saran anda perlu diperjelas untuk dijadikan aturan baku buat siapapun netter di forum ini!

bagaimana definisi diskusi yang benar?? sehingga akan sangat jelas siapa yang melanggar dan siapa yang tidak melanggar!

dan seperti apa postingan yang bertele-tele?? itu juga harus jelas kriteriannya

bukan hanya saran tersebut untuk saya pribadi yang sebenarnya juga merupakan ekses dari sikap Duladi yang melampaui batas dan anda juga turut andil dalam hal ini,yaitu ketidak tegasan anda dalam menjadi wasit !

perhatikan betul saat sebelum forum ini tidak aktif, siapa sebenarnya yang tidak mampu berdiskusi dengan baik??

jadi alangkah konyolnya kalau Duladi menulis seperti ini!

ini postingan Duladi

Anda salah kalau menyangka saya bertengkar dengan anak ini. Sebenarnya saya hanya mengikuti tabiatnya saja. Anda bisa mengunjungi situs Al-Islah dan melihat bagaimana gaya berdiskusi bocah ini, baik kepada saya maupun terhadap rekan-rekan Kristen lain. Saya bisa memakluminya karena dia berjiwa muda. Tapi akibat dari debat khusus di sini saya tertular oleh jiwa mudanya. Di Al-Islah dia pernah mengatakan kepada kafir harus bersikap "tegas", nah saya pun kadang perlu bersikap "tegas". Tegas di sini bukan berarti bertengkar, lho, jangan disalahartikan.
***==****

apakah postingan semacam ini tidak termasuk memangcing pertengkaran??
dan anda biarkan saja??

sedangkan postingan saya semalam langsung anda hapus karena menanggapi postingan-postingan Duladi yang tidak proposional?

apakah dalam hal ini anda memperhatikan saran dari sdr Robert??

jadi kalau anda berharap agar diskusi ini berjalan dengan benar maka dalam hal ini perlu perubahan tidak hanya pada Romadi saja tetapi kepada Wasit dan juga kepada pemain tuan rumah!

apakah saran dan kritikan saya ini akan anda hapus juga??? sebagaimana postingan saya semalam???

maka kalau anda hapus juga anda sudah melanggar sendiri dari apa yang anda sampaikan saat membuka thread ini,yang katanya bebas menyampaikan apapun juga!

------------------------------------------------------------------------------



Tanggal 19 Juni 2007 20:34:29
di topik : Ruang Khusus untuk Saran, Kritik dan Pemberitahuan
- PERINGATAN ADMIN -

Kalau Anda masih tidak bisa mengubah tabiat Anda, Admin tidak segan-segan menghapus semua postingan Anda.

Sdr Daud Ibrahim memberikan saran, dan Admin berhak menentukan kebijakan lebih lanjut.
Dia menghendaki WARNING, dan Admin sudah bersepakat untuk langsung melakukan penghapusan terhadap postingan-postingan tak berguna sebagai WARNING. Ini adalah hak Admin yg tidak bisa diganggu gugat. Bila Anda keberatan, silahkan tinggalkan situs ini.

Harap diperhatikan.

-----------------------------------------------------------------

buat robert

anda menulis

Saya sebagai pemerhati diskusi Romadi Vs Duladi tampaknya tidak ada masalah yang serius yang akhirnya harus mengakhiri diskusi yang cukup menarik dan bagi saya sebagai sarana pembelajaran dalam mengenal secara mendalam bagaimana menyikapi segala segi " Keimanan " baik Islam maupun kristen dari segala aspek yang mereka diskusikan.

Justru diskusi yang mereka telah lakukan berada dalam tingkat 'Kejenuhan " yang disebabkan tidak berkembangnya pola diskusi dan seringnya pengulangan akan pertanyaan, pernyataan serta jawaban yang diberikan.

Coba berusahalah untuk fokus dalam satu topik yang sedang dibahas ...misalnya tentang bagaimana Alkitab yang dituduh telah banyak di'obok-obok ' dalam hal arti dan terjemahannya sehingga Umat islam merasa ragu akan keilahiannya.....!!! atau sebaliknya bagaimana membuktikan Al'quran itu berisi kata-kata yang sama persis seperti yang Muhammad telah berikan pada pengikutnya pertama kali .....!!!! ( Sekedar contoh tentang topik " Keaslian kitab suci dalam hal terjemahan dan penulisannya ).
Diskusi yang berfokus pada satu tema maka para pemerhati ( Termasuk saya ) akan mudah mempelajari, mengikuti alur pembahasan dan akhirnya menarik kesimpulan dari semua diskusi ini .....tentu bukan untuk " menang atau Kalah ".

Selamat melanjutkan diskusi yang menarik ini..............semoga sdr Admin dapat menjadi moderator yang adil dan baik.

Wasalam
Robert

****===***

terima kasih atas kesedian anda yang masih menjadi "pemerhati" perdebatan antara saya dan Duladi!

dan khusus dalam hal ini saya sengat setuju sekali apa yang anda sampaikan, tetapi dalam hal ini saya akan memberi kejelasan tentang "apa yang terjadi"

anda menganggap ada kejenuhan!

sebenarnya setelah berjalan satu bulan, dan ketika ada tuduhan dari salah satu "pemerhati" yaitu sdr Agustinus,bahwa saya melompati argumentasi duladi, maka saya coba menjelaskan kalau sebenarnya apa yang saya sampaikan belum selesai!

dan akhirnya setelah ada waktu yang cukup maka saya selesaikan semua saya memperhatikan argumentasi Duladi semua dan saya tanggapi satu persatu!

menurut anggapan saya sudah semua saya tanggapi tetapi saya perlu konfirmasi kepada Duladi,apakah postingannya sudah saya tanggapi semua...

dan kenyataanya Duladi mengakui bahwa postingannya sudah saya tanggapi semua, maka kemudian saya menanyakan balik apakah Duladi sudah menanggapi postingan/argumentasi Romadi??

kenyataanya bukan konfirmasi dan penjelasan tetapi justru sumpah serapah dan mengangkat persoalan-persoalan lain yang tidak ada hubungannya dengan topik yang dibahas sebelumnya!

dan sumpah serapah tersebut tidak saya tanggapi secara emosional tetapi saya jelaskan 'salah satu" yang ada hubungannya dengan "topik yang diperdebatkan" bahwa apa yang saya sampaikan benar-benar bukan "ayat buatan" tetapi benar-benar berdasarkan apa yang tercatat didalam alkitab!

tetapi tanggapannya adalah "tidak aktifnya" forum ini lebih dari satu minggu!

dan setelah menunggu beberapa hari tidak ada penjelasan "apa yang terjadi dengan forum ini" dan dengan sangat terpaksa saya "kejar: di forum lain!

dan itupun tidak ada resposn beberapa hari!

setelah menunggu lama...baru ada respon.melalui email..itupun masih tidak mengakui kesalahannya "soal tuduhan yang dilontarkan"

dan setelah forum ini aktif kembali maka "saya coba" untuk membalikkan segala tuduhan dan makian kepadanya (saya ingin tahu responnya kalau makian tersebut diarahkan kepadanya) dan kini semua tahu bagaimana responnya!

soal kalah menang!

saya sangat setuju sekali dengan pendapat anda bahwa diskusi untuk mencari kalah dan menang adalah diskusinya anak kecil!

persoalan tersebut sudah pernah saya sampaikan saat menanggapi keinginan Duladi untuk "taruhan" tetapi kenyataanya ia menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk kalah dan menang!

maka pertanyaan-pertanyaan terakhir tersebut soal setujukah kalau Duladi sudah kalah?

saya ingin tahu orang yang terobsesi kalah dan menang,menjelaskan standar jelas soal ukuran kalah dan menang tentu saja yang sesuai dengan pernyatan-pernyataannya sebelumnya!
= saya juga ingin tahu apakah Duladi akan berani sikap gentleman kalau "ia benar-benar kalah" (berdasarkan ukuran yang ia buat sendiri)

tetapi lagi-lagi pertanyaan ini ditanggapi tidak semestinya,justru ia balik menuduh soal tabiat "kekanak-kanakan"

demikianlah penjelasan dari saya tentang "apa yang saya rasakan" dan penjelasan ini tidak hanya untuk anda saja.tetapi juga pemerhati perdebatan saya dan Duladi!

apakah soal ini saja akan dihapus Admin????

kalau anda akan menghapus.... terserah.. tetapi semua postingan saya sudah saya simpan!

dan akan saya sampaikan ke forum lain kalau "Admin" bertindak semena-mena kepada saya yang sebelumnya di undang datang ke forum ini!!

wassalam
---------------------------------------------------------------------------

PERINGATAN ADMIN -
Kalau Anda masih tidak bisa mengubah tabiat Anda, Admin tidak segan-segan menghapus semua postingan Anda.
Sdr Daud Ibrahim memberikan saran, dan Admin berhak menentukan kebijakan lebih lanjut.
Dia menghendaki WARNING, dan Admin sudah bersepakat untuk langsung melakukan penghapusan terhadap postingan-postingan tak berguna sebagai WARNING. Ini adalah hak Admin yg tidak bisa diganggu gugat. Bila Anda keberatan, silahkan tinggalkan situs ini.
Harap diperhatikan.
********====****
romadi menjawab
Tabiat apa yang harus dirubah??? tabiat mengkritisi dan menegur kesalahan??
apakah menurut anda kritikan "yang mempertanyakan" karena melihat "pencatutan" nama orang lain sebagai pembenar itu salah??
sebaiknya anda renungkan "slogan" dari ayat alkitab yang anda "tekankan diforum ini"??
Amsal Nabi Sulaiman 12:1
Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan;
tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.
kalau anda memang merasa "bahwa teguran itu benar" kenapa harus langsung menghilangkannya?? dan mengganti peringatan??
kalau anda memang berada pada kebenaran maka berani menampilkan postingan saya dan boleh saja anda memberi peringatan "kata-kata yang mana" yang membuat anda tidak berkenan???
tetapi kenapa harus anda hapus???
apa ini bukan "pembunuhan karakter"???
anda mengatakan Admin sudah sepakat,sepakat dengan siapa dalam hal ini?
sepakat dengan pendapat Duladi yang tak lain anda sendiri??
apakah dalam postingan yang anda hapus saya sedang menggugat wewenang anda?
bukankah saya mempertanyakan "sikap pencatutan" pandangan sdr Daud Ibrahim??
tetapi kenapa dalam hal ini anda menanggapi dengan sikap "emosional dan kekanak-kanakan"??
apakah karena sikap kritis tersebut anda akan mengusir saya di forum ini???
kalau itu benar lagi-lagi anda tidak mendapatkan keuntungan apa-apa,tetapi justru sebaliknya dalam hal ini saya menanggapi artikel-artikel di forum ini langsung di di forum ini juga!
tetapi kalau anda akan mengapus seluruh postingan dan mengusir saya maka akan saya sampaikan "tanggapan-tanggapan saya" di luar forum ini! di terutama di forum-forum yang situs ini "dipromosikan".
saya bisa memahami kebijakan Admin Einjil dan Al-islah yang selektif / menayangkan postingan,karena sangat jelas "misinya" yaitu untuk internal = kalangan sendiri!
dan kedua Admin (al-islah dan einjil) tidak mengobral janji kemana-mana bahwa di forumnya bebas / tanpa sensor!
sekarang bandingkan dengan situs ini
situs ini jelas sasarannya untuk external, dan Adminnya obral janji kemana-mana bahwa situsnya "bebas sensor" tetapi kenyataannya tidak sama sekali, bandingkan dengan obral janji "Admin= DUladi" sebelumnya!
jadi kalau anda melaksanakan ancamannya maka sama sekali anda tidak sedang menunjukan kekuatannya tetapi justru menunjukan kelemahannya........

kalau anda berharap saya tidak aktif lagi diforum ini dan postingan maupun artikel saya harus dihapus maka ,lanjutkan saja "soal Romadi vs Duladi" tanpa pakai embel-embel lain!
sesuai janji anda (Duladi) ,kalau anda kalah tak mampu menjelaskan bahwa keyakinan anda benar tidak hanya menyerang dan mempermasalahkan agama lain,maka situs ini dihapus secara permanen sesuai janji anda tetapi kalau saya tidak mampu menjelaskan bahwa Keyakinan saya benar maka boleh anda hapus seluruh postingan dan artikel Romadi!
apakah anda punya nyali??? untuk menghapus postingan orang lain tidak dengan kekuasaan (yang menunjukan kelemahan dalam beradu argumentasi)
saya ingin tahu apakah anda seorang "gentleman" yang berani beradu argumentasi atau hanya "pecundang yang berlagak jagoan " yang suka menantang-nantang debat orang kesana kemari!
Admin /Duladi mengganti postingan saya dengan peringatan!
--- PERINGATAN ADMIN ---
Kalau Anda tidak bisa berdiskusi secara benar, hanya dengan maksud mengajak bertengkar (terbaca dari hampir semua postingan Anda kepada Duladi), maka Anda akan kami cekal.
Semoga peringatan ini diperhatikan.
- ADMIN -
******==****
romadi menjawab
apa yang tidak benar dari postingan saya sehingga anda mengganti dan menyalahkan?
benarkah postingan saya mayoritas untuk Duladi untuk bertengkar?
bukan Duladi/ anda yang memancing pertengkaran??
bukankah soal di thread ini Duladi menuduh Romadi lari dari diskusi soal ini??
dan saat saya menyampaikan persoalan" yang sesuai topik: justru dituduh tidak bisa diskusi dengan benar??
selain itu ketika akan dipostingkan diruang Saran dan kritik ternyata kotak komentar diganti jalan menuju :kehalaman dalam"
tetapi kenapa sekarang justru dituduh tidak bisa diskusi dengan benar?? apa ini bukan pembunuhan karakter (karena hanya itu kemampuannya) dan ancaman (yang bisa dilakukan) hanya menghapus postingan Romadi!
justru kalau ancaman tersebut dilakukan maka anda harus bersiap-siap menghadapi Romadi yang anda tidak punya kekuasaan menjadi Wasit sekaligus pemain (itu kalau anda punya nyali)
saya sengaja tidak langsung menyampaikan postingan-postingan yang sudah dihapus karena saya memberi kesempatan kepada anda untuk punya nyali menayangkan postingan-postingan yang sengaja anda hapus dan tidak perlu membuat ruang khusus!
karena ruang khusus tersebut tidak ada bedanya "yang dibuka dengan obral janji tidak disensor" tetapi kalau sudah terdesak nggak sanggup melanjutkan "ingat jurus kalap" dengan mengumbar tuduhan!!
maka dalam hal ini apakah anda(Duladi) sudah mampu menjadi "pemain dan wasit" yang baik???
atau seperti biasa tuduhan-tuduhan lebih cocok kepada penuduh sendiri......

wassalam

romadi

1 komentar:

ilham said...

kristen tlh terperangkap.Awalnya mereka membikin blog buat menghujat Islam.Tetapi kebalikannya kepalsuan agama mereka dibongkar habis-habisan.Sebelumnya memang sudah ada pembonkaran,tetapi tidak sampai habis-habisan.